Standardisasi dan Uji Aktivitas Antioksidan Ekstrak Bahan Alam Propolis untuk Terapi Infeksi SARS-CoV2

Penulis

  • Diah Kartika Pratami Faculty of Pharmacy, Pancasila University ,
  • Yesi Desmiaty Fakultas Farmasi, Universitas Pancasila ,
  • Evita Maria Simorangkir Fakultas Farmasi, Universitas Pancasila ,
  • Deby Faradhila Fakultas Farmasi, Universitas Pancasila ,

DOI:

https://doi.org/10.35814/jifi.v19i2.1062

Kata Kunci:

Covid-19, enkapsulasi, mikrokapsul propolis serbuk, terapi suportif

Abstrak

Bahan alam dengan aktivitas imunomodulator, antiinflamasi, dan antioksidan dapat digunakan sebagai terapi suportif infeksi SARS-CoV2. Tujuan penelitian standardisasi mutu dan keamanan propolis sebagai bahan baku obat terapi suportif Covid-19 serta uji aktivitas propolis sebagai antioksidan. Sampel serbuk propolis terdiri dari dua jenis: serbuk mikroenkapsulasi propolis mengandung wax (SMPW) dan non wax (SMP). Standardisasi meliputi parameter spesifik dan non spesifik. Uji aktivitas antioksidan menggunakan metode FRAP dan ABTS. Kadar total flavonoid SMPW dan SMP sebesar 0,31% dan 1,59%. Kadar total fenolik SMPW dan SMP sebesar 83,9082 dan 98,0821 mg GAE/g. Susut pengeringan SMPW dan SMP sebesar 3,65% dan 3,88%. Kadar air SMPW dan SMP sebesar 5,12% dan 5,11%. Kadar abu total SMPW dan SMP sebesar 0,80% dan 0,65%. Logam berat serbuk propolis negatif. Nilai ALT dan AKK < 10 CFU/g, cemaran E. Coli, S. aureus, Salmonella spp dan P. aeruginusa negatif. Aktivitas antioksidan SMPW dengan IC50 ABTS 2,4177 bpj dan EC50 FRAP 26,41 μg/mL. Sedangkan, aktivitas antioksidan SMP dengan IC50 ABTS 2,213 bpj dan EC50 FRAP 32,10 μg/mL. Disimpulkan ekstrak bahan alam propolis memenuhi persyaratan standard ekstrak bahan alam dan memiliki aktivitas antioksidan yang kuat. Serbuk EBA propolis dapat dikembangkan menjadi bahan baku untuk OHT terapi suportif infeksi SARS-CoV2.

Referensi

Diterbitkan

2021-10-31

Terbitan

Bagian

Articles