Comparison of Total Phenolic Content and Antioxidant Activity of Indonesian Propolis Extracted with Various Solvents.

Penulis

  • Diah Kartika Pratami Faculty of Pharmacy, Universitas Indonesia, Cluster of Health Sciences Building, Depok, West Java, 16424, Indonesia ,
  • Nur Elistiani Eksadita Department of Chemical Engineering, Faculty of Engineering, Universitas Indonesia, Depok, West Java, 16425, Indonesia ,
  • Muhamad Sahlan Department of Chemical Engineering, Faculty of Engineering, Universitas Indonesia, Depok, West Java, 16425, Indonesia ,
  • Abdul Mun’im National Metabolomics Collaborative Research Center, Faculty of Pharmacy, Universitas Indonesia, Kampus UI Depok, West Java, 16424, Indonesia ,
  • Asep Bayu Research Center for Vaccine and Drugs, National Research and Innovation Agency, Jalan Raya Jakarta Bogor KM. 46, Cibinong, Bogor 16911, Indonesia ,
  • Kaysa Faradis Mahira Department of Biotechnology and Life Science, Tokyo University of Agriculture and Technology, Koganei, Tokyo 184-8588, Japan ,

DOI:

https://doi.org/10.35814/jifi.v21i1.1400

Kata Kunci:

Antioksidan, ekstraksi, NaDES, propolis Indonesia, total fenolik

Abstrak

Propolis telah banyak digunakan di seluruh dunia, tersedia dalam bentuk tunggal atau dikombinasikan dengan produk lainnya dalam bentuk obat bebas, obat tradisional, komsetik, maupun suplemen makanan. Etanol merupakan pelarut umum yang digunakan untuk mengekstrak propolis, meninggalkan efek aftertaste yang kuat dan menyebabkan intoleransi alkohol bagi sebagian konsumen. Dalam penelitian ini, berbagai pelarut Natural Deep Eutectic Solvent (NaDES) digunakan sebagai pelarut propolis. Beberapa komponen NaDES yang digunakan dengan komposisi antara lain kolin klorida, propilen glikol, gliserol, asam sitrat, dan 1,2-propanediol dengan perbandingan rasio molar. Ekstraksi dilakukan dengan maserasi kinetik (1:5 m/V). Kandungan total fenolik (TPC) ditentukan dengan metode Folin-Ciocalteu, dan aktivitas antioksidan ditentukan dengan uji DPPH. TPC ekstrak propolis dalam pelarut etanol dan NaDES berkisar antara 136,52±27,9 hingga 365,8±20,54 mgGAE/g. Nilai aktivitas antioksidan berkisar antara 45,94 hingga 183,76 ppm. Ekstrak propolis kolin klorida-gliserol memiliki kandungan TPC tertinggi dan aktivitas antioksidan dengan IC50 terendah. Diperoleh hasil bahwa pelarut NaDES berbasis CCG adalah yang terbaik untuk ekstraksi propolis. NaDES dapat menjadi pelarut yang prospektif untuk digunakan pada propolis Indonesia, baik sebagai media ekstraksi maupun komponen formulasi.

Referensi

Diterbitkan

2023-04-30

Terbitan

Bagian

Articles