Penelitian Terbaru terhadap 3 (Tiga) Jenis Ekstrak Teripang di Pulau Tegal Mas, Lampung

Penulis

  • Manuel Hutapea dr. Soedarso General Hospital, Pontianak, West Kalimantan, 78124, Indonesia ,
  • Greesty Finotory Swandiny Phytochemistry Department, Faculty of Pharmacy, Universitas Pancasila, South Jakarta, DKI Jakarta, 12640, Indonesia ,
  • M. Irfan Syafawi Phytochemistry Department, Faculty of Pharmacy, Universitas Pancasila, South Jakarta, DKI Jakarta, 12640, Indonesia ,
  • Fahreza Pratama Putra Faculty of Pharmacy, Universitas Pancasila, South Jakarta, DKI Jakarta, 12640, Indonesia ,
  • Sucipto Kokadir PT Natura Nuswantara Nirmala, South Tangerang, Banten, 15229, Indonesia ,
  • Edward Basilianus PT Natura Nuswantara Nirmala, South Tangerang, Banten, 15229, Indonesia ,
  • Vinessa Gracia Putri PT Natura Nuswantara Nirmala, South Tangerang, Banten, 15229, Indonesia ,
  • Syamsudin Abdillah Pharmacology Department, Faculty of Pharmacy, Universitas Pancasila, South Jakarta, DKI Jakarta, 12640, Indonesia ,

DOI:

https://doi.org/10.35814/jifi.v21i2.1447

Kata Kunci:

Antioksidan, BSLT, DPPH, teripang, total fenolik

Abstrak

Teripang merupakan hewan invertebrata penghuni laut dalam yang kaya akan nutrien dan sudah secara empirik digunakan untuk mencegah berbagai penyakit degeneratif. Teripang berpotensi untuk dikembangkan dalam bidang kesehatan, terutama dalam kemampuannya untuk meredam radikal bebas. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengidentifikasi, menentukan aktivitas antioksidan, kandungan total fenol, dan sifat toksisitas pada ekstrak beberapa spesies teripang yang berasal dari Perairan Tegal Mas, Lampung. Hasil identifikasi dari ketiga spesies teripang adalah Stichopus vastus Sluiter (SV), Stichopus monotuberculatus Quay & Gaimard (SM), dan Stichopus quadrifasciatus Massin (SQ). Ekstraksi dilakukan dengan teknik maserasi kinetik terhadap semua bagian teripang menggunakan pelarut etanol 70%. Uji aktivitas antioksidan menggunakan metode peredaman radikal bebas DPPH (2,2-difenil-pikrilhidrazil). Penentuan total fenolik menggunakan metode Folin-Ciocalteu. Uji toksisitas dilakukan menggunakan metode Brine Shrimp Lethality Test (BSLT). Hasil menunjukkan bahwa SV memiliki total fenolik dan antioksidan tertinggi dengan toksisitas yang terendah. Namun demikian, diperlukan optimasi ekstrasi antara teripang basah maupun kering serta variasi pelarut untuk mendapatkan metabolit sekunder lebih efektif.

Referensi

Diterbitkan

2023-10-16

Terbitan

Bagian

Articles