Tren Penggunaan Antikoagulan Oral Direk dan Warfarin pada Pasien Fibrilasi Atrium

Penulis

  • Lili Musnelina Faculty of Pharmacy, National Institute of Science and Technology, South Jakarta, DKI Jakarta, 12620, Indonesia ,
  • Fitri Handayani Faculty of Pharmacy, National Institute of Science and Technology, South Jakarta, DKI Jakarta, 12620, Indonesia ,
  • Thanh - Hoa Vo School of Medicine, Vietnam National University Ho Chi Minh City, Ho Chi Minh City 700000, Vietnam ,
  • Jenny Pontoan Faculty of Pharmacy, National Institute of Science and Technology, South Jakarta, DKI Jakarta, 12620, Indonesia ,

DOI:

https://doi.org/10.35814/jifi.v21i2.1475

Kata Kunci:

Antikoagulan, antikoagulan oral direk, fibrilasi atrium, warfarin

Abstrak

Pengobatan yang digunakan dalam terapi fibrilasi atrium, seperti yaitu antikoagulan, yang terdiri dari antagonis vitamin K (warfarin) dan antikoagulan oral direk (dabigatran, apiksaban, rivaroksaban, dan edoksaban). Penggunaan warfarin membutuhkan pemantauan rutin protrombin time (PT) dan international normalised ratio (INR), rentang dosis terapi sempit, namun harganya lebih murah. Antikoagulan oral direk, insiden perdarahan mayor lebih rendah, kemudahan penggunaan, interaksi makanan dan obat minor, waktu paruh lebih pendek, dan kurangnya kebutuhan pemantauan laboratorium. Berdasarkan masalah tersebut, peneliti melakukan kajian untuk mengetahui tren penggunaan warfarin dan antikoagulan oral direk pada pasien fibrilasi atrium pada salah satu rumah sakit di Jakarta. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, dengan metode longitudinal dan data bersifat retrospektif menggunakan rekam medis pasien rawat jalan periode tahun 2014 sampai tahun 2018. Tren penggunaan antikoagulan warfarin mengalami
penurunan dari 82,3% tahun 2014 menjadi 62% tahun 2016, sedangkan antikoagulan oral direk mengalami
peningkatan. Antikoagulan oral direk rivaroksaban dan dabigatran lebih banyak digunakan dibandingkan
apiksaban, dan edoksaban tidak diperoleh data penggunaannya. Hal sebaliknya pada tahun 2017 sampai
2018, dimana penggunaan warfarin mengalami peningkatan dan menyebabkan penurunan penggunaan
antikoagulan oral direk. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi kepada berbagai pihak
baik praktisi kesehatan maupun akademisi dalam hal pemilihan terapi untuk fibrilasi atrium.

Referensi

Diterbitkan

2023-10-19

Terbitan

Bagian

Articles