Isolasi Sel Punca Pluripoten dengan Penanda CD105+ dan SSEA3+ dari Sel Fibroblas Kulit asal Jaringan Preputium

Authors

  • CHURIYAH CHURIYAH Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi, Kawasan Puspitek ,
  • INDRA KUSUMA UNIVERSITAS YARSI ,
  • SISKA A KUSUMASTUTI Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi, Kawasan Puspitek ,
  • RESTU SYAMSUL HADI UNIVERSITAS YARSI ,
  • AGUNG ERU WIBOWO Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi, Kawasan Puspitek ,
  • FAIZA KARA FABIOLA Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi, Kawasan Puspitek ,

Keywords:

fibroblasts, selpunca CD105 ,, sel punca SSEA3 , alkalin fosfatase

Abstract

Perkembangan penelitian dan pengetahuan tentang sel punca terus meningkat, kini sel punca berpeluang menjadi terapi modern dengan pendekatan regeneratif yang memberi harapan kesembuhan untuk berbagai jenis penyakit yang sulit untuk disembuhkan seperti penyakit genetik, degeneratif, trauma dan keganasan.Tujuan penelitian ini adalah melakukan isolasi sel punca pluripoten dari sel fibroblas kulit asal jaringan preputium secara enzimatis dan eksplan yang dilanjutkan dengan karakterisasi penanda khas cluster differentiation (CD) 105 dan surface-stage embryonic antigen (SSEA)-3 menggunakan sistem pemurnian berbasis magnet (MACS). Hasil isolasi sel fibroblast secara enzimatik maupun eksplan diperbanyak secara kultur ekspansi dengan variasi medium dan pasase sel serta dikarakterisasi untuk mendapatkan subpopulasi sel dengan CD 105+ dan SSEA3+. Penggunaan conditioned medium, tingkat pasasi yang rendah dan konfluensi yang tinggi meningkatkan persentase subpopulasi sel CD105+ dibandingkan dengan medium standar, tingkat pasase yang lebih tinggi dan konfluensi yang lebih rendah.Subpopulasi sel CD 105+ dan SSEA3+ yang dikultur dan diekspansi menampakkan respon terhadap pewarna Alkalin fosfatase yang menunjukkan adanya populasi stem cell.

References

Published

2017-09-04

Issue

Section

Articles