Uji Potensi Antijerawat Secara In Vitro dan Ex Vivo dari Ekstrak Etanol Herba Alfalfa (Medicago sativa L.)

Penulis

  • Erika Indah Safitri Universitas Wahid Hasyim
  • Risha Fillah Fithria Universitas Wahid Hasyim ,
  • Eko Wahyu Saputro Universitas Wahid Hasyim ,
  • Danang Yogo Wijaya Universitas Wahid Hasyim ,

DOI:

https://doi.org/10.35814/jifi.v19i2.1027

Kata Kunci:

Ekstrak etanol herba alfalfa, flavonoid, antijerawat, in vitro, ex vivo

Abstrak

Bakteri Propionibacterium acnes merupakan salah satu bakteri penyebab jerawat. Permasalahan jerawat dapat dikendalikan dengan tanaman herbal yaitu herba alfalfa. Kandungan flavonoid dalam herba alfalfa berkhasiat sebagai antijerawat. Penelitian ini bertujuan untuk menetapkan kadar flavonoid total serta pengujian potensi ekstrak etanol herba alfalfa (EEHA) sebagai antijerawat secara in vitro dan ex vivo yang diinduksi bakteri Propionibacterium acnes. Penetapan kadar flavonoid total menggunakan metode spektrofotometer dengan pembanding kuersetin. Pengujian ekstrak etanol herba alfalfa secara in vitro menggunakan metode difusi cakram pada seri konsentrasi 40%, 50%, 60%, 70%, dan 80%. Sementara itu, pengujian ekstrak secara ex vivo menggunakan kelinci yang diinduksi bakteri Propionibacterium acnes secara intradermal pada 3 konsentrasi optimal dari uji in vitro (50%, 60%, dan70%). Parameter pengujian ini berupa diameter daerah hambat dan penurunan diameter eritema. Ekstrak etanol herba alfalfa mengandung flavonoid total sebesar 2,323 mgQE/g. Seluruh konsentrasi ekstrak etanol herba alfalfa memiliki aktivitas antibakteri terhadap P. acnes dengan rata rata diameter daerah hambat iradikal masing masing 14,60 mm; 14,89 mm; 15,56 mm; 16,52 mm; dan 18,59 mm. Persentase rata-rata  penurunan  diameter  eritema secara ex vivo pada ekstrak etanol herba alfalfa (50%, 60% dan 70%) secara berturut-turut sebesar 48,70%; 48,26% dan 54,09%.

Referensi

Diterbitkan

2021-10-31

Terbitan

Bagian

Articles