Hubungan Tingkat Pengetahuan Penggunaan Obat dengan Kepatuhan Minum Obat pada Pasien Hipertensi di Puskesmas

Penulis

  • Niken Dyahariesti Pharmacy Study Program, Health Faculty, Universitas Ngudi Waluyo, Semarang, Jawa Tengah 50512 Indonesia ,
  • Richa Yuswantina Pharmacy Study Program, Health Faculty, Universitas Ngudi Waluyo, Semarang, Jawa Tengah 50512 Indonesia ,
  • Eflina Devita Sablon Pharmacy Study Program, Health Faculty, Universitas Ngudi Waluyo, Semarang, Jawa Tengah 50512 Indonesia ,
  • Yola Nasinta Pharmacy Study Program, Health Faculty, Universitas Ngudi Waluyo, Semarang, Jawa Tengah 50512 Indonesia ,

DOI:

https://doi.org/10.35814/jifi.v21i1.1152

Kata Kunci:

HKLS, MMAS-8, pengukuran

Abstrak

Hipertensi merupakan suatu penyakit “silent killer†karena gejalanya sering tanpa keluhan dan pengobatannya membutuhkan jangka waktu yang lama sehingga sangat mempengaruhi kepatuhan konsumsi obat. Hipertensi merupakan salah satu faktor utama penyebab gangguan jantung, gagal ginjal maupun penyakit serebrovaskular. Kepatuhan minum obat pada penderita hipertensi sangatlah penting karena dapat mengontrol tekanan darah pada penderita hipertensi sehingga dapat mencegah terjadinya komplikasi. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan pengetahuan dengan kepatuhan minum obat pada pasien hipertensi. Pengukuran pengetahuan menggunakan kuesioner Hypertension Knowledge-Level Scale (HK-LS) dan pengukuran kepatuhan dengan kuesioner Morisky Medication Adherence Scale (MMAS-8). Sampel yang digunakan adalah pasien di Puskesmas Pasir Panjang dan Puskesmas Buntok dengan jumlah sampel 95 orang. Didapatkan hasil untuk tingkat pengetahuan baik 39%, pengetahuan cukup 33% dan pengetahuan kurang 28%. Sedangkan untuk tingkat kepatuhan tinggi 41% dan tingkat kepatuhan sedang 31% dan tingkat pengetahuan rendah 28%. Dan dari uji chi-square di dapat p value <0,05 yang berarti ada hubungan antara tingkat pengetahun dan kepatuhan minum obat pada pasien hipertensi.

Referensi

Diterbitkan

2023-04-29

Terbitan

Bagian

Articles