Efek Antioksidan Larutan Kosolven Ekstrak Kulit Buah Manggis (Garcinia mangostana L.) pada Tikus dengan Parameter MDA dan SOD

Penulis

  • ROS SUMARNY UNIVERSITAS PANCASILA ,
  • LILIEK NURHIDAYATI UNIVERSITAS PANCASILA ,
  • SITI SOFIAH UNIVERSITAS PANCASILA ,
  • YATI SUMIYATI UNIVERSITAS PANCASILA ,
  • FRANSISKA DIANA SANTI UNIVERSITAS PANCASILA ,

Kata Kunci:

α-mangostin, Garcinia mangostana L, antioksidan, MDA, SOD

Abstrak

Ekstrak kulit buah manggis (Garcinia mangostana L.) dalam bentuk kapsul telah dipasarkan. Telah diketahui bahwa a-mangostin, senyawa aktif dari G. mangostana memiliki kelarutan dalam air yang sangat rendah. Tujuan penelitian ini adalah mengukur dan membandingkan efek antioksidan a-mangostin dalam bentuk sediaan larutan kosolven terhadap bentuk sediaan ekstrak. 25 ekor tikus dibagi ke dalam 5 kelompok: kontrol negatif (I), kontrol positif (II), larutan kosolven (III), ekstrak (IV) dan ekstrak® (V). Sediaan uji diberikan selama 14 hari dan diinduksi menggunakan CCl . MDA dianalisis menggunakan metode thiobarbituric acid, sedangkan SOD dianalisis menggunakan adenochrome assay. Didapatkan kadar MDA 1,0±0,19; 0,3±0,05; 0,4±0,04; 0,6±0,04 dan 0,5±0,00 nmol/μL sedangkan aktivitas SOD 17±0,0; 123±25,3; 107±19,0; 73±18,9 dan 97±27,0 U/mL untuk kelompok I, II, III, IV dan V . Hasil uji Kruskal Wallis menunjukkan adanya perbedaan kadar MDA yang bermakna antara kelompok III dengan IV dan V (P>0,05), menunjukkan kemampuan penurunan MDA kosolven lebih tinggi dibandingkan kedua kelompok ekstrak. Terdapat perbedaan SOD yang bermakna antara kelompok III dan IV (p>0,05) menunjukkan peningkatan SOD kosolven lebih tinggi dibandingkan ekstrak. Penelitian menunjukkan kosolven memiliki efek antioksidan yang lebih tinggi dengan potensi penghambatan pembentukan MDA sebesar 70% dan potensi peningkatan aktivitas SOD sebesar 623%.

Referensi

Unduhan

Terbitan

Bagian

Articles