Efek Antibakteri Kombinasi Ekstrak Daun Kelor (Moringa oleifera Lam.) dan Amoksisilin terhadap Staphylococcus aureus dan Escherichia coli secara In Vitro

Penulis

  • Setiadi Abdillah Pratama Faculty of Medicine, Universitas Sumatera Utara ,
  • Tri Widyawati Faculty of Medicine, Universitas Sumatera Utara ,
  • Muhammad Ichwan Faculty of Medicine, Universitas Sumatera Utara ,
  • Dian Dwi Wahyuni Faculty of Medicine, Universitas Sumatera Utara ,

DOI:

https://doi.org/10.35814/jifi.v20i1.1174

Kata Kunci:

amoksisislin, antibakteri, Escherichia coli, Moringa oleifera Lam, Staphylococcus aureus

Abstrak

Staphylococcus aureus dan Escherichia coli adalah bakteri yang sering menginfeksi manusia dan beresiko resistensi terhadap antibiotik termasuk amoksisilin. Hal ini mendorong pentingnya upaya menemukan alternatif termasuk dari tanaman, salah satunya kelor (Moringa oleifera Lam). Tujuan untuk mengevaluasi aktivitas antibakteri kombinasi ekstrak etanol daun kelor (KDK) dan amoksisilin (KA) terhadap S. aureus dan E. coli secara in vitro. Metode penelitian true experimental dengan post-test control group design. Uji KDK ada 4 konsentrasi (20, 30, 40, 50%) dan KA 1 konsentrasi (3 mg/mL). Metode uji dengan difusi cakram agar dan parameter yang diukur diameter zona hambat cakram. Data dianalisis dengan Oneway ANOVA dan uji lanjut Tukey. Kombinasi KDK+KA terhadap S. aureus (20,77±1,79 – 21,33±1,74 mm)>KDK (11,45±0,21 – 12,45±0,28 mm) dan KA (14,50±0,42 mm). Kombinasi KDK+KA terhadap E. coli (15,53±0,71 – 17,87±0,42 mm)>KDK (9,00±0,28 – 10,30±0,42 mm) dan KA (13,45±0,35 mm). Terdapat perbedaan bermakna (p<0,05) antara kelompok (KDK+KA) dengan kelompok (KDK atau KA). Kombinasi ekstrak daun kelor dan amoksisilin menghasilkan efek sinergisme sebagai antibakteri terhadap S. aureus dan E.coli secara in vitro.

Referensi

Diterbitkan

2022-04-25

Terbitan

Bagian

Articles