Analisis Keberhasilan Pengobatan Pasien TB Paru dan TB HIV di Rumah Sakit Penyakit Infeksi Sulianti Saroso

Penulis

  • Nurita Andayani Faculty of Pharmacy, Universitas Pancasila, South Jakarta 12640, Indonesia ,
  • Raise Maninda Faculty of Pharmacy, Universitas Pancasila, South Jakarta 12640, Indonesia ,
  • Rosa Marlina Department of Pulmonology and Respiratory Medicine, Sulianti Saroso Infectious Disease Hospital, North Jakarta 14340 Indonesia ,
  • Qoina Noviantani Faculty of Pharmacy, Universitas Pancasila, South Jakarta, Jakarta 12640, Indonesia ,
  • Khaled Qalalwa Palestinian Central Bureau of Statistics, Ramallah, Palestine, Higher Council for Innovation & Excellence (HCIE), Palestine ,

DOI:

https://doi.org/10.35814/jifi.v21i2.1282

Kata Kunci:

DOTS, tuberculosis (TB), TB paru-HIV

Abstrak

Mycobacterium tuberculosis menyebabkan Tuberkuloisis (TB), suatu penyakit menular yang paling sering menyerang paru. Penelitian bertujuan menganalisa keberhasilan terapi DOTS dilihat dari paramater pasien TB Paru dan TB Paru-HIV. Penelitian menggunakan desain studi kualitatif deskriptif dengan pendekatan penelitian deskriptif retrospektif menggunakan data sekunder periode Juni 2017 – Juli 2020. Analisis menggunakan model Miles and Huberman. Total sampel 305 orang, ditemukan sebanyak 83% kasus TBC paru menyelesaikan pengobatan pada fase awal dan 64% menyelesaikan fase lanjutan. Pada kasus TBC-paru HIV 93% menyelesaikan fase awal, dan 71% menyelesaikan fase lanjutan. Kombinasi dosis OAT dan ARV berhasil menurunkan konversi BTA awal pada kasus TB paru. Pengobatan dinilai sembuh pada kasus TB paru, tuntas pada kasus TB-HIV paru, dan tidak ada status kegagalan pengobatan pada kedua kelompok. Keberhasilan pengobatan pada pasien TB paru tidak berhubungan bermakna (p-value≥5%) dengan jenis OAT, jenis PMO, jenis kelamin, dan usia. Sedangkan pada pasien TB-HIV paru, keberhasilan pengobatan berhubungan bermakna (p-value <5%) dengan jenis PMO, dan tidak berhubungan (p-value≥5%) dengan jenis OAT, jenis kelamin, dan usia. Kombinasi OAT tablet FDC dan tablet lepasan yang diberikan pada kedua kasus sudah tepat dosis disertai pemberian ARV pada TBHIV sudah tepat dosis dengan hasil evaluasi berupa sembuh.

Referensi

Diterbitkan

2023-10-16

Terbitan

Bagian

Articles