Studi Interaksi Obat dan Reaksi Obat Merugikan pada Pasien HIV/AIDS dengan Koinfeksi Tuberkulosis di RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung

Penulis

  • ALEXANDRA VANIA ANDI INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG ,
  • LIA AMALIA RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung ,
  • RUDI WISAKSANA RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung ,

Kata Kunci:

tuberkolosis, HIV, AIDS, interaksi obat, efek samping, reaksi obat merugikan

Abstrak

HIV/AIDS dan tuberkulosis memerlukan terapi kombinasi obat yang dapat meningkatkan risiko terjadinya interaksi obat dan reaksi obat merugikan (ROM). Penelitian ini bertujuan untuk menentukan potensi interaksi obat, kemungkinan ROM yang terjadi serta memberikan rekomendasi terapi untuk pasien HIV/AIDS dengan koinfeksi tuberkulosis. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif yang dilakukan secara retrospektif pada 48 pasien HIV/AIDS dengan koinfeksi tuberkulosis yang menerima pengobatan di Poliklinik Teratai, RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung pada tahun 2013. Dari 48 pasien tersebut, ditemukan 109 potensi kejadian interaksi obat dengan signifikansi mayor, 299 potensi kejadian interaksi obat dengan spesifikansi moderat dan 58 potensi kejadian interaksi obat dengan signifikansi minor. Dugaan jumlah kejadian ROM terbanyak dalam penelitian ini meliputi 8 kejadian gangguan saluran pencernaan, 5 kejadian drug eruption, 5 kejadian drug induced liver injury (DILI) dan 4 kejadian neuropati perifer. Pasien yang menerima obat antituberkulosis (OAT) kategori 1 direkomendasikan untuk menggunakan ARV tenofovir, lamivudin, dan efavirenz, sedangkan pasien yang menerima OAT kategori 2 direkomendasikan untuk menggunakan ARV zidovudin, lamivudin dan efavirenz.

Referensi

Unduhan

Diterbitkan

2015-04-30

Terbitan

Bagian

Articles