Pembuatan, Karakterisasi, dan Optimasi Nanopartikel Gelasi Ionik Ekstrak Kering Rimpang Temulawak (Curcuma xanthorrhiza R.) menggunakan Rancangan Faktorial 22

Penulis

  • Moch Futuchul Arifin Fakultas Farmasi, Universitas Pancasila ,
  • Yuslia Noviani Fakultas Farmasi, Universitas Pancasila ,
  • Safira Nafisa Fakultas Farmasi, Universitas Pancasila ,
  • Agisha Sheilabel Fakultas Farmasi, Universitas Pancasila ,

DOI:

https://doi.org/10.35814/jifi.v20i2.1307

Kata Kunci:

Karakterisasi, kurkuminoid, nanopartikel, optimasi formula

Abstrak

Rimpang temulawak (Curcuma xanthorrhiza R.) berkhasiat sebagai antidiabetes karena memiliki senyawa kurkuminoid. Tujuan penelitian adalah membuat, mengkarakterisasi dan mengoptimasi formula nanopartikel ekstrak kering rimpang temulawak. Rimpang dimaserasi menggunakan etanol 96%. Kadar kurkuminoid ekstrak kental ditetapkan dengan spektrofotometer dan dikeringkan dengan spray dryer. Ekstrak kering diformulasikan menjadi nanosuspensi metode gelasi ionik dengan mencampurkan ekstrak kering konsentrasi 0,1–0,5%, dengan campuran kitosan 0,2% dan natrium tripolifosfat 0,1% pada rasio 2:1–5:1. Dilakukan karakterisasi meliputi: morfologi partikel, ukuran partikel, indeks polidispersitas, potensial zeta, dan efisiensi penjerapan. Data respon dianalisis dengan rancangan faktorial 22 menggunakan software Minitab18 untuk menentukan formula optimum. Diperoleh kadar kurkuminoid ekstrak kental sebesar 15,96%. Morfologi nanosuspensi berbentuk sferis, dengan ukuran partikel 114,7–399,3 nm; indeks polidispersitas 0,429–0,597; potensial zeta 35,1– 48,6 mV; dan efisiensi penjerapan 61,08–73,37%. Diperoleh formula optimum dengan komposisi konsentrasi ekstrak 0,44% dan kitosan:Na-TPP (2:1) dengan nilai desirabilitas, d=0,8984. Dapat disimpulkan, rancangan faktorial 22 dapat digunakan untuk membuat, mengkarakterisasi dan menentukan formula optimum ekstrak kering rimpang temulawak dengan metode gelasi ionik.

Referensi

Diterbitkan

2022-10-31

Terbitan

Bagian

Articles