Uji Efek Anti-inflamasi dan Analgesik Ekstrak Etanol 70% Kulit Batang Kayu Manis (Cinnamomum burmannii Blume.) Secara In Vivo

Penulis

  • Rika Sari Dewi Department of Pharmacology, Faculty of Pharmacy, Universitas Pancasila, South Jakarta, Jakarta 12640, Indonesia ,
  • Ni Made Dwi Sandhiutami Department of Pharmacology, Faculty of Pharmacy, Universitas Pancasila, South Jakarta, Jakarta 12640, Indonesia ,
  • Beatrix Melani Evangelia Department of Pharmacology, Faculty of Pharmacy, Universitas Pancasila, South Jakarta, Jakarta 12640, Indonesia ,
  • Muhammad Taher Bakhtiar Kuliyyah of Pharmacy, International Islamic University Malaysia, Malaysia ,

DOI:

https://doi.org/10.35814/jifi.v21i2.1374

Kata Kunci:

Analgesik, anti-inflamasi, Cinnamomum burmannii Blume, in vivo

Abstrak

Kulit batang kayu manis adalah salah satu tanaman mengandung senyawa aktif yang memiliki efek anti-inflamasi dan analgesik secara in vitro. Aktivitas ini disebabkan karena kulit batang kayu manis mengandung beberapa senyawa termasuk sinalmadehid, sinamat alkohol, asam sinamat dan kumarin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek anti-inflamasi dan analgesik in vivo. Pengujian antiinflamasi menggunakan metode Winter dan hewan uji tikus. Tikus dibagi menjadi 5 kelompok yaitu kontrol negatif (aquadest), kontrol positif (natrium diklofenak), dan 3 kelompok ekstrak dengan dosis 300, 400 dan 500 mg/kg BB. Pada uji analgesik, digunakan metode Siegmund dengan hewan uji mencit. Mencit dibagi ke dalam 5 kelompok yaitu kontrol negatif (aquadest), kontrol positif (natrium diklofenak), dan 3 kelompok ekstrak dengan dosis 300, 400, dan 500 mg/kg BB. Berdasarkan hasil pengujian statistik, diperoleh bahwa ekstrak etanol 70% kulit batang kayu manis memiliki aktivitas anti-inflamasi dan analgesik serta terdapat perbedaan bermakna antara kontrol positif dengan ketiga dosis ekstrak. Hal ini menujukkan bahwa aktivitas anti-inflamasi dan analgesik dari natrium diklofenak masih lebih baik dibanding ekstrak etanol kulit batang kayu manis dalam menurunkan volume udem tikus dan jumlah geliat mencit. Dari hasil pengujian juga didapat bahwa peningkatan dosis tidak memberikan peningkatan efektivitas anti-inflamasi dan analgesik.

Referensi

Diterbitkan

2023-10-19

Terbitan

Bagian

Articles