Aktivitas Antibakteri Secara In-Vitro Ekstrak Metanol Excoecaria cochinchinensis Lour dan Kombinasinya dengan Obat Komersial

Penulis

  • Devi Nurhasana Master Study Program of Chemistry, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Universitas Bengkulu 38371, Indonesia ,
  • Rahmaga Febriansyah Department of Chemistry, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Universitas Bengkulu 38371, Indonesia ,
  • Avidlyandi Avidlyandi Master Study Program of Chemistry, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Universitas Bengkulu 38371, Indonesia ,
  • Salprima Yudha S. Research Center of Sumatera Natural Product and Functional Materials, Universitas Bengkulu, 38371, Indonesia ,
  • Charles Banon Department of Chemistry, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Universitas Bengkulu 38371, Indonesia ,
  • Dwita Oktiarni Department of Chemistry, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Universitas Bengkulu 38371, Indonesia ,
  • Morina Adfa Research Center of Sumatera Natural Product and Functional Materials, Universitas of Bengkulu 38371, Indonesia ,

DOI:

https://doi.org/10.35814/jifi.v21i2.1383

Kata Kunci:

Aktivitas antibakteri, Excoecaria cochinchinensis, efek kombinasi, in vitro, zona hambat

Abstrak

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menyelidiki aktivitas antibakteri dari ekstrak metanol Excoecaria cochinchinensis serta pengaruh kombinasinya dengan antibiotik terhadap pertumbuhan Klebsiella pneumoniae, Enterobacter aerogenes, dan Staphylococcus epidermidis. Uji aktivitas antibakteri dilakukan dengan metode difusi sumuran, dan efek gabungan dari ekstrak dan antibiotik diamati dengan menggunakan metode difusi kertas. Pada berbagai konsentrasi (25, 50, 75, 100, 150, 200, dan 250 mg/mL), ekstrak secara signifikan menghambat pertumbuhan K. pneumoniae, E. aerogenes, dan S. epidermidis. Selain itu, peningkatan diameter zona hambat berbanding lurus dengan peningkatan konsentrasi ekstrak. Pertumbuhan K. pneumoniae dan S. epidermidis kemudian diklasifikasikan sebagai sangat sangat sensitif (+++) terhadap penambahan ekstrak pada konsentrasi 200 dan 250 mg/mL. Sementara itu, pertumbuhan E. aerogenes diklasifikasikan sebagai sangat sangat sensitif (+++) ketika diberikan 250 mg/mL ekstrak. Metabolit sekunder seperti asam oleanolik, asam arjunolik, skopoletin, kaempferol, kuersetin, senyawa diterpenoid, tanin, dan fenolat lainnya telah dilaporkan dari daun E. cochinchinensis dan diduga bertanggung jawab atas aktivitas antimikrobanya. Efek kombinasi ekstrak dengan antibiotik tidak terjadi peningkatan signifikan jika dibandingkan dengan aktivitas secara tunggal, sehingga diklasifikasikan sebagai efek indifferent.

Referensi

Diterbitkan

2023-10-16

Terbitan

Bagian

Articles