Penyembuhan Luka Diabetes dan Aktivitas Antimikroba dari Gel Ekstrak Melastoma malabathricum L. dan Psidium guajava L. pada Tikus Sprague Dawley

Penulis

  • Refdanita Refdanita Department of Pharmaceutics, National Institute of Science and Technology, South Jakarta, 12640, Indonesia. ,
  • Tonny Cortis Maigoda Department of Nutrition, Poltekkes Kemenkes Bengkulu, Bengkulu, 38225, Indonesia. ,
  • Firdaus Firdaus Department of Nutrition, Public Health Faculty, Andalas University, Padang, Indonesia ,
  • Barakatun Nisak Department of Nutrition, Faculty of Medicine and Science, University Putra Malaysia, Serdang, Selangor, 43400, Malaysia ,
  • Teodhora Teodhora Department of Pharmaceutics, National Institute of Science and Technology, South Jakarta, 12640, Indonesia. ,

DOI:

https://doi.org/10.35814/jifi.v21i1.1390

Kata Kunci:

Aloksan, antimikroba, Melastoma malabathricum L., penyembuhan luka, Psidium guajava L.

Abstrak

Diabetes melitus (DM), merupakan penyakit degeneratif yang ditandai dengan kelainan metabolisme karbohidrat, lipid, dan protein. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas farmakologis gel dan potensi gel dalam mengobati luka diabetik pada tikus jantan dari ekstrak daun Melastoma malabathricum L (ML) dan daun Psidium guajava L (PL) serta aktivitas mikrobiologisnya. Ekstrak kental daun Melastoma malabathricum L dan Psidium guajava dibuat dalam bentuk sediaan gel dengan konsentrasi 4% dan 6%. Klindamisin digunakan sebagai kontrol positif. Penelitian ini dilakukan dengan metode eksperimen laboratorium, dan populasinya adalah tikus putih jantan. Aktivitas farmakologi diuji dalam bentuk formula sediaan gel, dan tikus dibuat menggunakan aloksan. Kemudian, potensi ekstrak tersebut terlihat dalam penyembuhan luka diabetes pada tikus jantan. Gel ekstrak daun Melastoma malabathricum L dan Psidium guajava L memiliki efek penyembuhan luka pada penderita diabetes. Hal ini terlihat dari perubahan diameternya. Hasil pemeriksaan swab luka menunjukkan adanya bakteri Klebsiella pneumoniae dan Staphylococcus aureus. Metabolit sekunder dari flavonoid, tanin, steroid, dan saponin, membantu merangsang sel dan jaringan epitel sehingga mereka beregenerasi. Hasil penyembuhan luka formulasi gel 4% dan 6% diperoleh dari data maturasi pada hari ke-10. Koloni pada hari ke-10 uji aktivitas mikroba lebih sedikit.

Referensi

Diterbitkan

2023-04-30

Terbitan

Bagian

Articles