Evaluasi Sediaan Gel Anti Jerawat Kombinasi Ekstrak Etanol Daun Cabai Rawit dan Ekstrak Etanol Daun Sirsak

Penulis

  • Dimas Setiyono Faculty of Health, Universitas Harapan Bangsa, Banyumas, Central Java, 53182, Indonesia ,
  • Deden Mulya Prayoga Faculty of Health, Universitas Harapan Bangsa, Banyumas, Central Java, 53182, Indonesia ,
  • Herlan Budi Kusuma Faculty of Health, Universitas Harapan Bangsa, Banyumas, Central Java, 53182, Indonesia ,
  • Dina Febrina Faculty of Health, Universitas Harapan Bangsa, Banyumas, Central Java, 53182, Indonesia ,

DOI:

https://doi.org/10.35814/jifi.v21i1.1391

Kata Kunci:

Antibakteri, Gel, Daun cabai rawit, Daun sirsak

Abstrak

Salah satu penyakit kulit yaitu jerawat biasa terjadi mendekati usia dewasa. Jerawat disebabkan oleh beberapa bakteri yaitu Staphylococcus epidermidis, Propionibacterium acnes dan Staphylococcus aureus. Salah satu alternatif pengobatan jerawat yaitu menggunakan daun cabai rawit (Capsicum frutescens L.) dan daun sirsak (Annona muricata L.). Penelitian ini bertujuan mengetahui formulasi terbaik dan aktivitas sediaan gel ekstrak etanol daun cabai rawit yang dikombinasikan dengan esktrak etanol daun sirsak sebagai penghambat bakteri penyebab jerawat. Penelitian ini merupakan jenis penelitian eksperimental dengan rancangan 3 formulasi yang masing-masingnya dibuat dengan konsentrasi ekstrak etanol daun cabai rawit dan ekstrak etanol daun sirsak yaitu F1 (1% dan 1 %), F2 (3% dan 3%), dan F3 (5% dan 5%), kemudian dilakukan uji sifat fisik, uji antibakteri dan uji stabilitas fisik sediaan kemudian dianalisis data dengan one-way ANOVA p-value <0,05. Hasil penelitian menunjukkan sediaan gel stabil pada organoleptis, homogenitas, daya lekat, daya sebar dan viskositas, sedangkan pada pH terjadi perubahan setelah uji stabilitas fisik menggunakan metode cycling test. Sediaan gel F2 mempunyai daya hambat bakteri paling baik yaitu pada Staphylococcus aureus sebesar 10,83 mm. Kemudian sediaan gel F3 paling baik menghambat bakteri Staphylococcus epidermidis sebesar 9,56 mm dan Propionibacterium acnes sebesar 10,4 mm.

Referensi

Diterbitkan

2023-04-30

Terbitan

Bagian

Articles