Potensi Stabilisasi Membran Sel dari Ekstrak Berbeda Kepolaran Sirih Bumi (Peperomia pellucida [L.] Kunth) sebagai Agen Antiinflamasi

Penulis

  • I Gusti Agung Ayu Kartika Yoga and Health Study Program, Faculty of Brahma Widya, Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar, North Denpasar, Bali 80237, Indonesia ,
  • Suryani Suryani Pharmacology and Toxicology Department, Faculty of Pharmacy, Universitas Jendral Achmad Yani, Cimahi, West Java 40531, Indonesia ,
  • Dwi Hadi Setya Palupi College of Pharmacy, Yayasan Pharmasi Semarang, Central Java 50196, Indonesia ,
  • I Ketut Adnyana Pharmacology and Clinical Pharmacy Department, School of Pharmacy, Institut Teknologi Bandung, West Java 40132, Indonesia ,

DOI:

https://doi.org/10.35814/jifi.v21i2.1440

Kata Kunci:

Anti-inflamasi, dillapiol, membran, Peperomia pellucida

Abstrak

Sirih bumi (Peperomia pellucida [L.] Kunth.) termasuk tanaman gulma yang kaya akan manfaat farmakologis. Salah satu efek yang dilaporkan yaitu antiinflamasi. Banyak penelitian dilakukan untuk membuktikan aktivitas antiinflamasi dari ekstrak sirih bumi. Namun belum diketahui ekstrak dengan jenis pelarut yang mana memiliki efek terbaik. Penelitian ini bertujuan mengetahui jenis ekstrak yang memiliki aktivitas antiinflamasi terbaik dari sirih bumi. Aktivitas antiinflamasi dinilai dari efek stabilisasi membran sel darah merah secara in vitro. Penelitian kemudian dilanjutkan dengan studi pustaka terkait senyawa kimia kandungan jenis ekstrak terbaik. Untuk mengetahui prediksi senyawa yang bertanggung jawab terhadap aktivitas dan potensinya, dilakukan beberapa uji in silico seperti PASS online, Pre-ADMET, dan Protox II. Hasil uji menunjukkan ekstrak etil asetat pada konsentrasi 200 μg/mL menunjukkan aktivitas yang sebanding dengan aspirin pada konsentrasi yang sama. Aktivitas dari ekstrak ini semakin meningkat seiring dengan meningkatnya konsentrasi ekstrak. Enam senyawa dilaporkan diisolasi dari jenis ekstrak ini. Apiol, dillapiol, dan derivatnya yaitu 6-allil-5-metoksi-1,3-benzodioksol-4-ol serta β-sitosterol-D-glicopyranoside diprediksi menjadi senyawa yang memiliki efek antiinflamasi dengan mekanisme penghambatan permeabilitas membran dari ekstrak etil asetat. Ekstrak etil asetat merupakan jenis ekstrak dengan aktivitas antiinflamasi terbaik dari sirih bumi.

Referensi

Diterbitkan

2023-10-16

Terbitan

Bagian

Articles