Evaluasi Penggunaan Antibiotik dengan Metode Kuantitatif pada Pasien Pneumonia Rawat Inap di Rumah Sakit Nusa Tenggara Barat

Penulis

  • Sondang Khairani Doctoral Program, Faculty of Pharmacy, Universitas Pancasila, South Jakarta, Jakarta, 12640, Indonesia ,
  • Hesty Utami Ramadaniati Departement of Pharmacy Clinis Community, Faculty of Pharmacy, Universitas Pancasila, South Jakarta, Jakarta, 12640, Indonesia ,
  • Prih Sarnianto Departement of Pharmacy Clinis Community, Faculty of Pharmacy, Universitas Pancasila, South Jakarta, Jakarta, 12640, Indonesia ,
  • Erna Kristin Faculty of Medicine Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, 55281, Indonesia ,
  • Yusi Anggriani Department of Pharmacy Clinic Community, Faculty of Pharmacy, Universitas Pancasila, South Jakarta, Jakarta, 12640, Indonesia ,

DOI:

https://doi.org/10.35814/jifi.v21i2.1449

Kata Kunci:

Resistensi, Antibiotik, Defined daily dose, Drug utilization 90%

Abstrak

Penggunaan antibiotik secara berlebihan adalah tantangan kesehatan masyarakat yang dapat menyebabkan resistensi terhadap antimikroba. Untuk mengurangi terjadinya resistensi antibiotik diperlukan evaluasi penggunaan antibiotik untuk menentukan penggunaan obat secara rasional dengan menggunakan metode kuantitatif yaitu metode anatomical therapeutic chemical and defined daily dose (ATC/DDD.) Tujuan penelitian yaitu mengetahui penggunaan antibiotik dan gambaran pola penggunaan antibiotik pada pasien rawat inap di Rumah Sakit Nusa Tenggara Barat menggunakan metode ATC/DDD dan drug utilization  (DU) 90%. Metode penelitian yaitu desain study cross sectional dengan pengambilan data secara retrospektif pada pasien pneumonia dewasa rawat inap periode 2019 dan 2022, data diperoleh dari rekam medis, Hasil penelitian yang memenuhi kriteria inklusi 218 pasien dengan mayoritas laki-laki  117 (53,67%) dan umur paling banyak > 65 yaitu 66 (30,28%). Penggunaan antibiotik memiliki nilai total DDD sebesar 185,56 DDD/100 hari rawat dengan nilai DDD antibiotik tertinggi adalah seftriakson yaitu 104,00 DDD/100 hari rawat inap sedangkan antibiotik yang masuk dalam DU 90 % yaitu seftriakson, levofloxacin, sefoperazon dan meropenem. Kesimpulan antibiotik yang digunakan paling banyak seftriakson dengan nilai 104,00 DDD/100 hari rawat inap.

Referensi

Diterbitkan

2023-10-19

Terbitan

Bagian

Articles