Formulasi Nanosuspensi Herbal Ekstrak Daun Cosmos caudatus Kunth., Karakterisasi, dan Pendekatan Sitotoksisitas Terhadap Sel Kanker Payudara MCF-7

Penulis

  • Safira Nafisa Departement of Pharmaceutical Technology, Faculty of Pharmacy, Universitas Pancasila, South Jakarta, Jakarta 12640, Indonesia ,
  • Siti Umrah Noor Departement of Pharmaceutical Technology, Faculty of Pharmacy, Universitas Pancasila, South Jakarta, Jakarta 12640, Indonesia ,
  • Azkannufuus Azkannufuus Departement of Pharmaceutical Technology, Faculty of Pharmacy, Universitas Pancasila, South Jakarta, Jakarta 12640, Indonesia ,
  • Yuslia Noviani Departement of Pharmaceutical Technology, Faculty of Pharmacy, Universitas Pancasila, South Jakarta, Jakarta 12640, Indonesia ,

DOI:

https://doi.org/10.35814/jifi.v21i2.1481

Kata Kunci:

Gelasi ionik, kuersetin, nanoteknologi, PVP K-30, toksisitas sel

Abstrak

Daun kenikir (Cosmos caudatus Kunth.) mengandung flavonoid kuersetin yang berkhasiat sebagai antikanker. Nanoteknologi diterapkan dalam pengembangan sediaan dari ekstrak daun kenikir sebagai terapi pendamping kanker payudara yang lebih efektif. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasi ekstrak daun kenikir menjadi nanosuspensi yang memiliki aktivitas sitotoksik terhadap sel kanker payudara MCF-7. Nanosuspensi ekstrak daun kenikir dibuat dengan menggunakan metode gelasi ionik dengan variasi penstabil PVP K-30 3%, 4% dan 5%. Formula nanosuspensi dengan efisiensi penjerapan tertinggi dikarakterisasi lebih lanjut meliputi ukuran partikel, indeks polidispersitas (PDI), zeta potensial, pH, morfologi partikel dan diuji aktivitas sitotoksik terhadap sel MCF-7 dengan metode MTT assay. Hasil analisis menunjukkan formula dengan penambahan PVP 5% memiliki nilai efisiensi penjerapan tertinggi sebesar 85,04±0,08%; ukuran partikel 221,9 nm; PDI 0,211; zeta potensial -21,7 mV; pH 4,08±0,01 dengan morfologi sferis. Hasil aktivitas sitotoksik tehadap sel MCF-7 ditunjukkan dengan persentasi penghambatan proliferasi yaitu pada ekstrak daun kenikir konsentrasi 1000 μg/mL sebesar 23,368% dan pada nanosuspensi ekstrak daun kenikir konsentrasi 10 μg/mL sebesar 23,686%. Dapat disimpulkan bahwa ekstrak daun kenikir dapat diformulasikan menjadi nanosuspensi yang memenuhi kriteria fisik dan memiliki aktivitas sitotoksik tehadap sel MCF-7.

Referensi

Diterbitkan

2023-10-27

Terbitan

Bagian

Articles