Pendidikan dan Pelatihan untuk Peningkatan Kompetensi Apoteker terkait Telefarmasi: Scoping Review

Penulis

  • Kartika Citra Dewi Permata Sari Laboratory of Clinical Pharmacy and Social Pharmacy, Faculty of Pharmacy, Universitas Indonesia, Depok, West Java, 16424, Indonesia ,
  • Nisa Maria Laboratory of Clinical Pharmacy and Social Pharmacy, Faculty of Pharmacy, Universitas Indonesia, Depok, West Java, 16424, Indonesia ,
  • Larasati Arrum Kusumawardani Laboratory of Clinical Pharmacy and Social Pharmacy, Faculty of Pharmacy, Universitas Indonesia, Depok, West Java, 16424, Indonesia ,
  • Hindun Wilda Risni Laboratory of Clinical Pharmacy and Social Pharmacy, Faculty of Pharmacy, Universitas Indonesia, Depok, West Java, 16424, Indonesia ,
  • Nadia Farhanah Syafhan Laboratory of Clinical Pharmacy and Social Pharmacy, Faculty of Pharmacy, Universitas Indonesia, Depok, West Java, 16424, Indonesia ,
  • Afina Nur Fauziyyah Research Department of Practice and Policy, School of Pharmacy, University College London, London, WC1E 6BT, United Kingdom ,

DOI:

https://doi.org/10.35814/jifi.v21i2.1487

Kata Kunci:

Apoteker, kompetensi digital, pendidikan, telehealth

Abstrak

Peningkatan kebutuhan pelayanan telefarmasi mengarah pada urgensi pendidikan dan pelatihan telefarmasi untuk meningkatkan kualitas layanannya. Tujuan dari artikel ini adalah mengkaji implementasi program pendidikan dan pelatihan telefarmasi serta output yang dihasilkan. Kajian scoping dilakukan pada literatur dari pangkalan data ScienceDirect, Sage Journal, SpringerLink, dan Google Scholar menggunakan kata kunci “training†atau“education†dan “telepharmacy,†“training†atau “education†dan “digital competency†AND “pharmacy.†Hanya artikel berbahasa Inggris, dipublikasikan pada periode 2000 – 2023 serta merupakan hasil riset dan laporan singkat yang diikutsertakan pada kajian ini. Delapan dari 171 artikel yang ditemukan memenuhi kriteria inklusi dan tujuan kajian. Studi tersebut membahas implementasi dan evaluasi program pendidikan terkait telefarmasi di negara Amerika (5 artikel), Arab (2 artikel), dan Malaysia (1 artikel). Metode pembelajaran yang digunakan meliputi paparan, pembelajaran berbasis kasus, simulasi/roleplay, dan magang menggunakan berbagai media teknologi. Metode penilaian menggunakan rubrik, kuis, kuesioner, dan objective structured clinical examination (OSCE). Seluruh penelitian melaporkan peningkatan pengetahuan, persepsi dan kompetensi telefarmasi mahasiswa. Dapat disimpulkan bahwa program pembelajaran terkait telefarmasi efektif untuk meningkatkan pengetahuan dan kemampuan mahasiswa dengan berbagai metode pada setiap tingkat. Namun, masih sangat dibutuhkan bukti program pelatihan yang sesuai bagi apoteker untuk meningkatkan kompetensi dan kualitas pelayanan telefarmasi.

Referensi

Diterbitkan

2023-10-25

Terbitan

Bagian

Articles