Peningkatan Kadar Imunosupresan IDO (Indoleamin 2,3-dioksigenase) pada Supernatan Kultur Sel Punca Mesenkim yang Distimulasi dengan Agregat Imunoglobulin G

Penulis

  • DIAN RATIH LAKSMITAWATI UNIVERSITAS PANCASILA ,
  • JEANNE ADIWINATA PAWITAN UNIVERSITAS INDONESIA ,
  • MOHAMAD SADIKIN UNIVERSITAS INDONESIA ,
  • CAROLINE TAN SARDJONO UNIVERSITAS KRISTEN MARANATHA ,

Kata Kunci:

sel punca mesenkim, indoleamin 2,3 dioksigenase (IDO), heat-aggregated immunoglobulin G (HAGG)

Abstrak

Selama ini sel punca mesenkim telah diketahui mempunyai aktivitas imunosupresan. Secara klinis, sel ini terbukti mampu mampu mengurangi gejala penolakan organ transplan. Pembuktian secara klinis juga sedang dilakukan pada penyakit berbasis inflamasi seperti pada penyakit autoimun yang disebabkan karena kompleks imun, seperti pada lupus eritematosus sistemik (SLE). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mempelajari efek stimulasi sel punca mesenkim dalam hubungannya dengan efek imunosupresan. Sel punca mesenkim diisolasi dari limbah liposuction dan dikarakterisasi berdasarkan molekul permukaannya untuk konfirmasi identitasnya berdasarkan kreiteria ISCT. Selanjutnya sel punca mesenkim dikultur dengan penambahan Heat Aggragated Immunoglobulin Gamma (HAGG) selama 6 hari. Untuk mengetahui sifat imunosupresannya, dilakukan pemeriksaan kandungan senyawa indoleamin 2,3-dioksigenase (IDO) pada supernatan hasil kultur dengan metode ELISA pada panjang gelombang 450 nm. Hasil menunjukkan bahwa terjadi peningkatan kadar IDO pada kultur dengan stimulasi dibanding tanpa stimulasi sebanyak 16,73-49,5 %. Penelitian ini dapat menjadi dasar ilmiah yang memperkuat penggunaan terapi sel punca mesenkim pada penyakit autoimun berbasis kompleks imun.

Referensi

Unduhan

Diterbitkan

2014-04-30

Terbitan

Bagian

Articles