Pengaruh Air Seduhan Biji Rambutan (Nephelium lappaceum L.) terhadap Glukosa Darah dan Histologi Pankreas Mencit yang Diinduksi Aloksan

Penulis

  • LESTARI RAHAYU UNIVERSITAS PANCASILA ,
  • LATIF ZAKIR UNIVERSITAS PANCASILA ,
  • SESILIA ANDRIANI KEBAN UNIVERSITAS PANCASILA ,

Kata Kunci:

biji rambutan, Nephelium lappaceum L., antidiabetes, aloksan, mencit

Abstrak

Rambutan (Nephelium lappaceum L.) merupakan salah satu tanaman yang dapat digunakan untuk mengobati berbagai macam penyakit, salah satunya diabetes melitus. Penelitian ini dilakukan untuk menguji efek seduhan biji rambutan terhadap penurunan kadar glukosa darah dan berat badan mencit. Dalam penelitian ini 30 mencit (Mus musculus) dibagi menjadi 6 kelompok perlakuan, masing-masing kelompok terdiri dari 5 ekor. Keenam kelompok tersebut adalah kontrol normal (air suling), kontrol negatif (aloksan 250 mg/kg bb + air suling), tiga kelompok uji (diinduksi dengan aloksan tetrahidrat 250 mg/kg bb) kemudian masing-masing kelompok diberi air seduhan biji rambutan dosis 1,56 g/kg bb, 2,34 g/kg bb dan 3,12 gram/kg bb) dan kontrol positif (diinduksi aloksan tetrahidrat 250 mg/kg bb + glibenklamida 0,65 mg/kg bb). Setelah diberikan perlakuan selama 16 hari diperoleh hasil bahwa pemberian air seduhan biji rambutan pada dosis tinggi mampu menurunkan kadar glukosa darah dan berat badan secara signifikan. Pemeriksaan histologi pankreas mencit dilakukan terhadap kelompok perlakuan dan diketahui bahwa jumlah sel beta yang hidup pada kelompok air seduhan biji rambutan dosis tinggi hampir mendekati kelompok kontrol positif. Dapat disimpulkan bahwa khasiat air seduhan biji rambutan dosis 3,12 gram/kg bb tidak berbeda secara signifikan dengan glibenklamida 0,65 mg/kg bb.

Referensi

Unduhan

Diterbitkan

2013-04-30

Terbitan

Bagian

Articles