Evaluasi Aktivitas Diuretik Ekstrak Etanol Buah Belimbing Wuluh (Averrhoa bilimbi) Sebagai Diuretik Alami: Kadar Natrium, Kalium, dan pH Urin

Penulis

  • ANDRIYANTO ANDRIYANTO INSTITUT PERTANIAN BOGOR ,
  • PONIMAN PONIMAN INSTITUT PERTANIAN BOGOR ,
  • ABADI SUTISNA INSTITUT PERTANIAN BOGOR ,
  • WASMEN MANALU INSTITUT PERTANIAN BOGOR ,

Kata Kunci:

ekstrak etanol belimbing wuluh, aktivitas diuretik, natrium, kalium, pH

Abstrak

Penelitian sebelumnya telah membuktikan bahwa ekstrak etanol buah belimbing wuluh berkhasiat sebagai diuretikum. Penelitian ini dilakukan untuk melakukan pengkajian yang lebih mendalam mengenai potensi tersebut dengan mempelajari aktivitas diuretik, kadar natrium dan kalium dalam urin, serta pH urin. Sebanyak 15 ekor tikus jantan galur Sparague-Dawley dibagi menjadi 5 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan I, tikus percobaan dicekok salin (kontrol negatif), Perlakuan II, tikus percobaan dicekok furosemid dosis 20 mg/kg bb (kontrol positif), perlakuan III, tikus percobaan dicekok ekstrak etanol buah belimbing wuluh dosis 0,44 g/kg bb, perlakuan IV, tikus percobaan dicekok ekstrak etanol buah belimbing wuluh dosis 0,88 g/kg bb, dan perlakuan V, tikus percobaan dicekok ekstrak etanol buah belimbing wuluh dosis 1,75 g/kg bb. Aktivitas diuretik, kadar natrium dan kalium urin, serta pH urin dihitung berdasarkan pengukuran volume urine kumulatif selama 10 jam setelah perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol belimbing wuluh dosis 0,88 dan 1,75 g/kg bb memiliki aktivitas diuretik yang kuat dengan disertai peningkatan ekskresi natrium dan kalium di dalam urin berturut-turut sebesar 28-36% dan 22-27%. Sebaliknya, urin pada kelompok tikus percobaan yang diberikan estrak etanol buah belimbing wuluh mengalami penurunan pH tau peningkatan derajat keasaman. Ekstrak etanol buah belimbing wuluh mengandung senyawa alkaloid, flavonoid, dan saponin yang diduga bekerja sinergis dalam menimbulkan efek diuretik.

 

Referensi

Unduhan

Diterbitkan

2013-04-30

Terbitan

Bagian

Articles