Efek Protektif Nigella sativa Terhadap Karsinogenesis Sel Ginjal Tikus yang Diinduksi 7,12-dimetilbenz(a)antrasena (DMBA)

Penulis

  • DIAH AYU ANDINI UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN ,
  • HANIF NASIATUL BAROROH UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN ,
  • HENY EKOWATI UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN ,

Kata Kunci:

Nigella sativa, DMBA, sel ginjal, tikus, karsinogenesis

Abstrak

Jintan hitam (Nigella sativa) merupakan tumbuhan yang mempunyai aktivitas antikanker. Penelitian sebelumnya menunjukkan ekstrak kloroform biji jintan hitam mempunyai efek sitotoksik pada sel T47D. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui aktivitas antikarsinogenesis ekstrak kloroform biji N. sativa pada tikus betina yang diinduksi 7,12-dimetilbenz(a)antrasena (DMBA) berdasarkan gambaran histopatologi sel ginjal. Penelitian ini menggunakan hewan uji yang diinduksi DMBA dengan ekstrak kloroform N. sativa sebagai senyawa uji. Tikus betina galur Sprague Dawley dibagi menjadi lima kelompok. Kelompok l diberi DMBA dosis 20 mg/kg BB. Kelompok 2, 3, 4, diberi DMBA dan ekstrak kloroform N. sativa dengan peringkat dosis 250; 500; 750 mg/kg BB. Kelompok 5 diberi corn oil. Histopatologi sel ginjal diamati dengan pengecatan H&E dan AgNOR. Daya hambat proliferasi sel diamati dengan penghitungan mAgNOR pada sel ginjal. Data pengamatan mAgNOR dianalisis menggunakan Kolmogorov Smirnov, one way ANOVA dan Tukey HSD. Hasil pewarnaan H&E dan nilai mAgNOR menunjukkan pemberian ekstrak kloroform N. sativa dosis 750 mg/kg BB mampu mengurangi kerusakan sel dan menurunkan proliferasi sel ginj al tikus yang diinduksi DMBA dengan nilai mAgNOR sebesar 1,069. Hal ini menunjukkan bahwa ekstrak kloroform N. sativa mempunyai potensi untuk dijadikan sebagai agen kemopreventif.

Referensi

Unduhan

Diterbitkan

2013-04-30

Terbitan

Bagian

Articles