Rasio Efektivitas Biaya Obat Antimalaria Kombinasi Artesunat Amodiakuin dan Kombinasi Sulfadoksin Pirimethamin Dalam Terapi Malaria Falsiparum di Sumba

Penulis

  • DELINA HASAN UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH ,
  • ASCOBAT GANI UNIVERSITAS INDONESIA ,
  • PURWANTYASTUTI PURWANTYASTUTI UNIVERSITAS INDONESIA ,
  • INGE SUTANTO UNIVERSITAS INDONESIA ,

Kata Kunci:

malaria falsiparum, kombinasi artesunat amodiakuin, sulfadoxin pirimethamin, rasio efektivitas biaya

Abstrak

Kasus malaria di Indonesia terus meningkat, dan salah satu penyebabnya adalah parasit malaria yang telah resisten terhadap obat antimalaria seperti klorokuin dan sulfadoksin pirimethamin. Obat anti malaria kombinasi (derivat artemisinin) yang disarankan WHO belum tersedia secara luas. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh obat antimalaria alternatif melalui uji efektilitas obat dan analisis efektifitas biaya dari obat antimalaria kombinasi artesunat amodiakuin dan sulfadoksin pirimethamin. Efektifitas obat antimalaria kombinasi dinilai menggunakan sejumlah 164 penderita malaria falsiparum yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Kelompok satu 82 pasien diberi artesunat amodiakuin, sedangkan kelompok dua 82 pasien diberi sulfadoksin pirimethamin, kemudian diamati selama 14 sampai 28 hari. Respon pengobatan sesuai protokol WHO meliputi respon klinis (waktu hilangnya demam) dan respon parasitologis (waktu hilangnya parasit). Efektifitas biaya dievaluasi secara farmakoekonomi melalui metode Cost Effectiveness Analysis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa obat antimalaria kombinasi AA memberikan waktu hilang demam dan waktu hilang parasit lebih cepat dibandingkan dengan obat kombinasi sulfadoksin pirimethamin. Rasio efektifitas biaya obat artesunat amodiakuin lebih rendah dibandingkan dengan obat sulfadoksin pirimethamin. Dengan demikian disimpulkan bahwa obat antimalaria kombinasi artesunat amodiakuin lebih efektif dan lebih efisien, serta rasio efektifitas biayanya lebih rendah dibandingkan dengan kombinasi sulfadoksin pirimethamin ( p=0,05).

Referensi

Unduhan

Diterbitkan

2013-04-30

Terbitan

Bagian

Articles