Pengaruh Pemberian Ekstrak Akar Pasak Bumi Terstandar terhadap Gambaran Histopatologik Testis dan Konsentrasi Testosteron pada Tikus

Penulis

  • FARIDA HAYATI UNIVERSITAS GADJAH MADA ,
  • SITARINA WIDYARINI UNIVERSITAS GADJAH MADA ,
  • LUKMAN HAKIM UNIVERSITAS GADJAH MADA ,
  • NGATIDJAN NGATIDJAN UNIVERSITAS GADJAH MADA ,
  • MUSTOFA MUSTOFA UNIVERSITAS GADJAH MADA ,

Kata Kunci:

testis, testosteron, sel Leydig, Eurjycoma Longifolia

Abstrak

Akar pasak bumi (Eurycoma longifolia, Jack) merupakan salah satu tumbuhan Indonesia yang dikenal sebagai afrodisiak. Penelitian ini dilakukan untuk meneliti pengaruh ekstrak akar pasak bumi terstandar terhadap gambaran histopatologik testis dan kadar testosteron tikus Wistar. Sampel I penelitian adalah 50 ekor tikus jantan dewasa berumur 3-4 bulan dibagi menjadi 5 kelompok. Kelompok I (kelompok kontrol negatii) diberi akuades; kelompok II (kelompok kontrol positif) diberi testosteron (Andriol®); kelompok III, IV, dan V masing masing diberi ekstrak akar pasak bumi terstandar dosis 50 mg kg BB, 100 mg/kg BB dan 200 mg kg BB. Tiap kelompok mendapatkan perlakuan selama 6 hari dan 49 hari dengan pemejanan dua kali sehari, kemudian diambil testisnya pada hari ke 7 dan ke 50, dihitung berat testis, jumlah sel Leydig, dan diameter sel Leydig. Kadar testosteron diukur pada hari ke 7 dan ke 50 menggunakan metode ELISA. Data yang didapat kemudian diolah menggunakan analisis parametrik one way ANOVA (p < 0,05) dan post hoc Dunnet t (2-sided). Pemberian ekstrak air akar pasak bumi terstandar mempengaruhi jumlah sel Leydig yang juga akan meningkatkan konsentrasi testosteron pada tikus Wistar secara positif pada dosis 100 mg/kg BB dan 200 mg/kg BB.

Referensi

Unduhan

Diterbitkan

2012-04-30

Terbitan

Bagian

Articles