Sitotoksisitas terhadap Sel Leukemia L1210 dan Profil Kromatogram dari Serbuk Temu Putih Curcuma zedoaria (Berg) Rosc. yang Diradiasi

Penulis

  • ERMIN KATRIN W. LABORATORIUM BAHAN KESEHATAN PATIR-BATAN ,
  • JOHANS RICHARD ALBERT UNIVERSITAS PANCASILA ,
  • SWASONO R. TAMAT UNIVERSITAS PANCASILA ,
  • SUSANTO SUSANTO LABORATORIUM BAHAN KESEHATAN PATIR-BATAN ,
  • HENDIG WINARNO LABORATORIUM BAHAN KESEHATAN PATIR-BATAN ,

Kata Kunci:

sel L1210, kromatogram, radiasi, sitotoksisitas, temu putih, Curcuma zedoaria (Berg) Rosc.

Abstrak

Rimpang temu putih Curcuma zedoaria (Berg) Rosc. bermanfaat untuk mengobati penyakit kanker. Temu putih sangat rentan terhadap kontaminasi mikroba oleh karena itu diperlukan teknik iradiasi gamma untuk menurunkan kontaminasi mikroba agar masa simpannya menjadi lebih lama. lradiasi gamma dilakukan terhadap serbuk rimpang temu putih diiradiasi dengan sumber kobalt-60 pada dosis 5; 7,5; 10; dan 15 kGy. Kemudian sampel dimaserasi seeara bertahap dengan n-heksan, etil asetat, dan etanol. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh radiasi gamma melalui pemeriksaan beberapa parameter, yaitu sitotoksisitas ekstrak etil asetat dan fraksi aktif rimpang temu putih terhadap sel leukemia L1210, serta profil KLT, dan KCKT dari fraksi aktif yang berpotensi sebagai antikanker. Ekstrak etil asetat paling aktif dalam menghambat pertumbuhan sel leukemia L1210 dengan nilai IC50 4,71 µg/mL. Ekstrak etil asetat sampel yang diiradiasi dan kontrol difraksinasi menggunakan kolom kromat'ografi dan masing masing diperoleh 7 fraksi (Fr). Fraksi 3 dari sampel kontrol merupakan fraksi paling aktif dengan nilai IC50 sebesar 1,43 µg/mL. Nilai IC50 Fr 3 menurun seiring meningkatnya dosis iradiasi dan profil kromatogram Fr 3 sampel yang diradiasi dengan dosis > 5 kGy mengalami perubahan. Dosis radiasi maksimum untuk pengawetan temu putih adalah 7,5 kGy, pada dosis tersebut khasiat antikankernya tetap dipertahankan.

Referensi

Unduhan

Diterbitkan

2012-04-30

Terbitan

Bagian

Articles