Efek Peningkat Respon Imun dari Ekstrak Etanol Pegagan (Centella Asiatica Urban) pada Tikus

Penulis

  • SRI NINGSIH BADAN PENGKAJIAN dan PENERAPAN TEKNOLOGI ,
  • AGUNG ERU WIBOWO BADAN PENGKAJIAN dan PENERAPAN TEKNOLOGI ,

Kata Kunci:

aktivitas dan kapasitas makrofag, Centella asiatica Urban, Staphylococcus epidermidis, tikus

Abstrak

Penelitian ini bertujuan memferifikasi aktivitas ekstrak etanol pegagan atau Centella asiatica Urban (CA) local sebagai peningkat imunitas tubuh dengan parameter uji kapasitas dan aktivitas fagositosis makrofag peritoneum secara in vivo. Tikus jantan galur Sprague Dawley dibagi menjadi 4 kelompok, masing-masing terdiri dari 5 ekor. Kelompok dosis 1, dosis 2 dan dosis 3 diberi ekstrak 10, 20 dan 40 mg/200 g BB . secara oral selama 15 hari berturut-turut, dan kelompok kontrol mendapat pembawa. Satu hari setelah pemberian ekstrak yang terakhir, semua hewan coba dibunuh setelah diinduksi dengan bakteri Staphylococcus epidermidis (109 CFU per ekor) i.p. Aktivitas makrofag dan kapasitas makrofag peritoneum dihitung dengan dengan pewarnaan giemsa menggunakan mikroskop. Hasil menunjukkan bahwa terdapat korelasi positif antara peningkatan dosis dan aktivitas maupun kapasitas makrofag. Nilai aktivitas dan kapsitas makrofag pada kelompok yang mendapat ekstrak 40 mg/200 g BB secara statistik berbeda secara bermakna dibanding kelompok control (96% aktivitas makrofag dan 61 bakteri untuk kapasitas makrofag). Berdasarkan penelitian ini dapat ditarik kesimpulan bahwa ekstrak etanol CA berpotensi untuk dikembangkan sebagai bahan peningkat daya imunitas tubuh. Namun demikian, masih perlu dilakukan pengujian lebih lanjut untuk mengelaborasi kemampuan peningkat system imun secara lengkap dan detail.

Referensi

Unduhan

Diterbitkan

2011-09-30

Terbitan

Bagian

Articles