Uji Aktivitas Inhibisi Isolat Kuersitrin dari Benalu Masisin Dendrophthoe pentandra (L.) Miq. terhadap Sel Leukemia L1210

Penulis

  • ERMIN KATRIN W. LABORATORIUM BAHAN KESEHATAN PATIR-BATAN ,
  • RISMA MARISI TAMBUNAN UNIVERSITAS PANCASILA ,
  • HENDIG WINARNO LABORATORIUM BAHAN KESEHATAN PATIR-BATAN ,

Kata Kunci:

benalu, masisin, Dendrophthoe pentandra, kuersitrin, inhibisi, leukemia L1210

Abstrak

Benalu masisin [Dendrophthoe pentandra (L) Miq.] merupakan parasit tanaman masisin [Rhodomyrtus tomentosa (Aiton) Hassk.] yang secara tradisional digunakan untuk pengobatan kanker di Kalimantan Tengah. Benalu kering dimaserasi menggunakan etanol diikuti dengan etil asetat memberikan ekstrak etanol dan ekstrak etil asetat yang menunjukkan aktivitas inhibisi terhadap sel leukemia L1210 dengan IC50 berturut-turut 17.3 dan 20.9 µg/mL. Fraksinasi ekstrak etil asetat dengan kolom kromatograli diperoleh 7 fraksi (F1~F7). Uji aktivitas inhibisi fraksi tersebut terhadap sel leukemia L1210 menunjukkan aktivitas inhibisi dengan leo berturut-turut 19.9, 19.0, 20.7, 16.0, 13.7, 12.5, dan 17.4 µg/mL. Pemekatan F5 menggunakan penguap putar, diperoleh endapan kekuningan yang diidentiiikasi sebagai kuersitrin (kuersetin 3-O-ramnosida). Uji aktivitas inhibisi kuersitrin terhadap sel leukemia L1210 memberikan IC50 14.7 µg/mL. Pemisahan F7 dengan KCKT semipreparatif menggunakan kolom fase balik diperoleh isolat A dan B yang menunjukkan aktivitas inhibisi terhadap sel leukemia L1210 dengan nilai IC50 masingmasing 15.0 dan 14.4 µg/mL. Selanjutnya, partisi ekstrak etanol ke dalam etil asetat-air dan pemisahan lebih lanjut fase etil asetat menggunakan kromatograii kolom memberikan 7 fraksi (F8~F 14). Pemisahan lanjut F 14 menggunakan kromatograli kolom diperoleh kuersitrin dan isolat C yang belum diidentiiikasi.

Referensi

Unduhan

Diterbitkan

2011-04-30

Terbitan

Bagian

Articles