Peningkatan Efek Sitotoksik Doxorubicin oleh Naringenin pada Sel Kanker Payudara T47D melalui Induksi Apoptosis

Penulis

  • SENDY JUNEDI UNIVERSITAS GADJAH MADA ,
  • RATNA ASMAH SUSIDARTI UNIVERSITAS GADJAH MADA ,
  • EDY MEIYANTO UNIVERSITAS GADJAH MADA ,

Abstrak

Doxorubicin masih digunakan sebagai regimen standar kemoterapi kanker payudara, tetapi resistensi terhadap agen ini sering ditemukan, dan pengunaannya dalam jangka waktu larna dapat menimbulkan kardiotoksisitas. Karena itu, agen kombinasi (ko-kemoterapi) perlu dikembangkan untuk meningkatkan efektivitas doxorubicin dan mengurangi toksisitas sistemiknya. Naringenin, salah satu flavonoid yang melimpah di kulit buah jenlk, memiliki cfck sitotoksik pada berbagai sel kanker dan mekanismenya melalui jalur selain p53. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek naringenin yang dikombinasikan dengan doxorubicin pada sel T47D, model sel kanker payudara yang resisten terhadap doxorubicin karena rnemiliki p53 termutasi. Nilai IC50 dan CI (combination index, indeks kombinasi) ditetapkan dcngan uji MTT. Efek pemacuan apoptosis naringenin dan doxorubicin diamati dengan pengecatan DNA menggunakan etidium bromida-akridin oranye. Naringenin dan doxorubicin memberikan efek sitotoksik dengan nilai IC50 masing-masing 509 µM dan 15 nM. Nilai Cl pada berbagai rasio naringenin-doxorubicin menunjukkan efek sinergis (CI = 0,20-0,89). Pada konsentrasi kombinasi naringenin-doxorubicin yang lebih kccil dari 12,5 µM-0,6 nM dengan rasio 1:1 akan diperoleh efek kombinasi aditif, Perlakuan kombinasi meningkatkan efek apoptosis dari doxorubicin. Penelitian ini menyimpulkan bahwa naringenin berpotensi untuk dikembangkan sebagai agen ko-kemoterapi bersama doxorubicin, namun tetap dibutuhkan penelusuran rnekanisme moleloiler lebih lanjut.

Referensi

Unduhan

Diterbitkan

2010-09-30

Terbitan

Bagian

Articles