Aktivitas Antimalaria dan Skrining Fitokimia Metabolit Sekunder Kayu Batang dan Kulit Akar Artocarpus Camansi Blanco (Moraceae)

Penulis

  • ALIEFMAN HAKIM UNIVERSITAS MATARAM ,
  • EKA JUNAIDI UNIVERSITAS MATARAM ,
  • BAIQ FARA DWI RANI SOFIA UNIVERSITAS MATARAM ,
  • YUNITA ARIAN SANI ANWAR UNIVERSITAS MATARAM ,

Kata Kunci:

Artocarpus camansi Blanco, Plasmodium falciparum, antimalaria

Abstrak

Parasit malaria, Plasmodium, dilaporkan telah resisten terhadap obat malaria yang umum digunakan, seperti klorokuin. Tanaman dari genus Arrocarpus diketahui memiliki kandungan flavonoid yang tinggi. Salah satu bioaktivitas menarik dari flavonoid genus Artocarpus adalah antimalaria. Penelitian ini dilakukan untuk menguji potensi metabolit sekunder yang terkandung dalam kayu batang dan kulit akar Artocarpus camansi Blancon sebagai antirnalaria, Aktivitas antimalaria ekstrak metanol kayu batang dan kulit akar A. cumunsi Blanco diuji secara in vitro terhadap Plasmodium falciparum strain 3D7 (strain yang sensitive klorokuin) dan strain W2 (strain yang resisten klorokuin) serta dilakukan skrining fitokimia ekstrak aktif, hasil uji aktivitas antimalaria ekstrak nietanol kayu batang dan kulit akar A. camansi Blanco terhadap Plasmudium falciparum strain 3D7 rnenunjukkan, kedua ekstrak aktif antimalaria memiliki nilai ICED berturut-turut 1,84 µg/mL dan 32,13 µg/mL. Uji aktivitas antimalaria ekstrak metanol kayu batang dan kulit akar A. camansi Blanco terhadap, strain W2 juga menunjukkan aktivitas antimalaria dengan nilai IC50 berturut-turut 8,11 µg/mL and 17,10 µg/mL. Skrining Htokimia berhasil mengidentifikasi golongan senyawa flavonoid, terpenoid, dan tannin terdapat pada kedua bagian tumbuhan, sementara golongan senyawa kuniarin dan saponin hanya terdapat pada bagian kulit akar A. camansi Blanco.

Referensi

Unduhan

Diterbitkan

2010-09-30

Terbitan

Bagian

Articles