Efek Toksisitas Subakut Ekstrak Etanolik Daun Jambu Biji (Psidium guajava) pada Lambung Tikus Wistar

Penulis

  • Esti Dyah Utami UNIVERSITAS JENDRAL SOEDIRMAN ,
  • Hanif Nasiatul Baroroh UNIVERSITAS JENDRAL SOEDIRMAN ,
  • Nuryanti Nuryanti UNIVERSITAS JENDRAL SOEDIRMAN ,

DOI:

https://doi.org/10.35814/jifi.v16i1.466

Kata Kunci:

Psidium guajava, toksisitas subakut, lambung

Abstrak

Daun jambu biji telah terbukti memiliki aktivitas sebagai antialergi. Dari hasil penelitian sebelumnya, ekstrak etanol daun jambu biji termasuk bahan dalam kelas "praktis tidak toksik". Pemberian suatu bahan secara berulang dapat meningkatkan kemungkinan munculnya efek toksik pada berbagai organ tubuh, salah satunya lambung. Uji toksisitas subakut ekstrak etanol daun jambu biji telah dilakukan pada 20 tikus jantan dan 20 tikus betina galur Wistar. Bahan uji dipejankan secara per oral, setiap hari selama 28 hari. Dosis yang digunakan adalah 250 mg/kg BB, 500 mg/kg BB dan 750 mg/kg BB. Pengamatan yang dilakukan meliputi gejala-gejala klinis umum yang diamati setiap hari, serta pengambilan organ gaster pada hari ke-29 untuk pemeriksaan histologi dan scoring dengan Metode Barthel-Manja. Hasil uji menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun jambu biji secara subakut selama 28 hari menyebabkan perubahan kondisi fisik dan perilaku hewan uji, tetapi menyebabkan perubahan kondisi feses yaitu tinja berwarna lembek dan berlendir serta kematian 20% tikus jantan perlakuan ekstrak 750mg/kgBB dan tikus betina perlakuan ekstrak 600 mg/kgBB, serta 40% kematian tikus betina perlakuan ekstrak 750mg/kgBB. Pemberian ekstrak daun jambu biji biji dosis 250 mg/kg BB, 500 mg/kg BB dan 750 mg/kg BB tidak menyebabkan perubahan pada histologi organ gaster pada tikus jantan maupun betina. Dapat disimpulkan bahwa pemberian subakut ekstrak etanol daun jambu biji selama 28 hari tidak menyebabkan kerusakan pada organ gaster, tetapi dapat menyebabkan efek toksik secara klinik pada dosis yang tinggi.

Referensi

Diterbitkan

2018-04-27

Terbitan

Bagian

Articles