PENGEMBANGAN DAN VALIDASI KUESIONER UNTUK MENGIDENTIFIKASI FAKTOR PENYEBAB PERILAKU PENGGUNAAN ANTIBIOTIK TANPA RESEP DOKTER

Penulis

  • Eko Setiawan UNIVERSITAS SURABAYA ,
  • Dewi Paskalia Andi Djawaria UNIVERSITAS SURABAYA ,
  • Adji Prayitno UNIVERSITAS SURABAYA ,

DOI:

https://doi.org/10.35814/jifi.v16i1.498

Kata Kunci:

Antibiotik tanpa resep, komunitas, swamedikasi

Abstrak

Faktor yang dominan menyebabkan perilaku penggunaan antibiotik tanpa resep di Indonesia belum diketahui secara pasti. Ketersediaan alat atau metode yang efektif dan efisien dalam mengidentifikasi dapat menjadi penyebab belum optimalnya proses identifikasi faktor perilaku tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan alat identifikasi faktor yang paling mempengaruhi penggunaan antibiotik tanpa resep di apotek, dalam hal ini berupa kuesioner. Kuesioner penggunaan antibiotik tanpa resep di apotek dikembangkan berdasarkan faktor-faktor yang ditemukan dalam kajian pustaka terpublikasi.Uji validitas rupa dan uji validitas konten kuesioner dilakukan dengan penilaian expert, sedangkan uji validitas konstruk dilakukan dengan uji korelasi Spearman. Uji reliabilitas kuesioner dilakukan dengan menggunakan nilai Cronbach’s Alpha. Penelitian ini menghasilkan kuesioner yang terdiri dari 14 pertanyaan rating dan 8 pertanyaan dengan jawaban majemuk, yang terbagi dalam 5 domain faktor. Setelah melalui beberapa uji validitas dan reliabilitas didapatkan kuesioner yang valid dan reliabel dengan nilai R hitung = 0,276-0,628 dan Cronbach’s Alpha sebesar 0,833. Kuesioner ini dapat digunakan untuk menggambarkan faktor penyebab penggunaan antibiotik tanpa resep dokter di apotek pada wilayah yang lebih luas sehingga dapat digunakan sebagai dasar pengembangan intervensi yang tepat untuk mengatasi perilaku yang tidak tepat di masyarakat tersebut.

Referensi

Diterbitkan

2018-04-27

Terbitan

Bagian

Articles