Perbandingan Efi kasi dan Efek Samping Antara Albendazol, Albendazol-Levamisol dan Mebendazol-Levamisol Terhadap Infeksi Soil-Transmitted Helminths pada Anak Usia Sekolah Dasar Negeri Kabupaten Deli Serdang

Penulis

  • Endy Julianto UNIVERSITAS SUMATEERA UTARA ,

DOI:

https://doi.org/10.35814/jifi.v15i2.511

Kata Kunci:

Soil Transmitted Helminths, Albendazol, Albendazol-Levamisol, Mebendazol-Levamisol

Abstrak

Infeksi cacing usus terutama yang tergolong di dalam Soil Transmitted Helminth masih merupakan masalah dunia dengan prevalensi yang cukup tinggi pada daerah tropis dan subtropis termasuk Indonesia terutama di daerah pedesaan atau rural. Uji klinik acak tersamar ganda (Double Blind Randomized Trial) sejak April-Juni 2015 terhadap anak Sekolah Dasar Negeri di Kabupaten Deli Serdang dengan membandingkan efektivitas dan efek samping antara pengobatan dengan menggunakan Albendazole dosis 400 mg, Albendazole 400 mg-Levamisol 50 mg/100 mg, dan Mebendazole 500 mg-Levamisol 50 mg/100 mg terhadap infeksi STH. Besar sampel pada kelompok Albendazol, Albendazol-Levamisol, Mebendazol-Levamisol masing-masing 60 anak. Dimana anak-anak yang terinfeksi STH
terdiri dari: Ascariasis (92 anak, 51,11%), Trichuriasis (37 anak, 20,55%) dan infeksi campuran (51 anak, 28.33%). Penelitian ini tidak ditemukan infeksi cacing tambang pada tiap kelompok. Pada hasil pemeriksaan feses, didapatkan 100% kesembuhan untuk infeksi A.lumbricoides pada ketiga kelompok,
infeksi T.trichiura didapat angka kesembuhan 66,7%, 94,7% dan 92,3% untuk masing-masing kelompok Albendazol, Albendazol-Levamisol dan Mebendazol-Levamisol. Sedangkan infeksi campuran didapat angka kesembuhan 28,6%, 85,7% dan 66,7% untuk masing-masing kelompok Albendazol, Albendazol-
Levamisol dan Mebendazol-Levamisol. Untuk infeksi T.trichiura intensitas derajat ringan, kelompok Albendazol-Levamisol dosis tunggal lebih baik dibandingkan kelompok Albendazol dan Mebendazol-Levamisol dosis tunggal (p=0,01). Pada penelitian ini dijumpai efek samping berupa mual dan mencret dan tidak dijumpai perbedaan signifi kan efek samping pada ketiga kelompok pengobatan.Hasil penentuan efisiensi penjerapan menunjukkan formula F1 memiliki efi siensi penjerapan optimal sebesar 99,13±0,10%. Formula G1 lebih stabil selama 28 hari penyimpanan dibandingkan formula G2. Penggunaan span 40 sebagai penyusun niosom dapat meningkatkan penetrasi natrium askorbil  fosfatdalam sediaan gel dengan jumlah kumulatif persen difusi selama 8 jam sebesar 89,04±0,01%.

Referensi

Diterbitkan

2017-09-30

Terbitan

Bagian

Articles