Aktivitas Ekstrak Buah Adas (Foeniculum Vulgare Mill.) terhadap Uterin Tikus Wistar Betina yang Belum Dewasa
DOI:
https://doi.org/10.35814/jifi.v15i2.515Kata Kunci:
Buah adas, fitoestrogen, tikus belum dewasa, Foeniculum vulgare MillAbstrak
Buah adas (Foeniculum vulgare Mill.) merupakan salah satu tanaman obat tradisional yang dikenal memiliki efek sebagai anti-infl amasi, analgesik dan antioksidan. Dikenal juga untuk meningkatkan sekresi susu, mempromosikan menstruasi, memfasilitasi kelahiran, meringankan gejala klimakterik laki-laki dan meningkatkan libido. Buah adas banyak mengandung minyak esensial, seperti anethole, serta mengandung lignan dan fl avonoid yang diprediksi memiliki efek seperti estrogen atau sebagai fi toestrogen. Fitoestrogen adalah agonis lemah untuk estrogen dan dapat menimbulkan peningkatan yang signifi kan dalam berat basah uterus, pada dosis tertentu, dalam bioassay uterothrophic. Telah diketahui bahwa estrogen memiliki efek pada organ seksual wanita, seperti proliferasi uterus, kelenjar susu dan ovarium. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menyelidiki efek estrogenik ekstrak etanol buah adas pada tikus Wistar yang belum dewasa berusia 19 hari. Model-model ini mewakili fase
klimakterik / menopause, di mana tingkat estrogen sangat rendah karena pada usia ini, estrogen belum diproduksi oleh ovarium. Hewan uji dibagi menjadi lima kelompok, yaitu kelompok normal, kelompok kontrol estradiol dan tiga tingkat dosis ekstrak adas (30 mg/200 g BB; 60 mg/ 200 g BB dan 120 mg/200g BB). Hasilnya menunjukkan bahwa mulai dari 60 mg/200 g BB, ekstrak adas secara signifi kan (α =0,05) meningkatkan berat basah uterus. Ekstrak adas juga memperpanjang uterus dan meningkatkan proliferasi uterin, seperti diameter uterus, diameter endometrium dan ketebalan uterus pada dosis 60mg/ 200gBW dan 120mg / 200gBB. Analisis pulasan cairan vagina menunjukkan efek lubrikasi vagina, secara mengejutkan dimulai pada 60 mg/ 200 g BB dapat menginduksi siklus estrus.
Referensi
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Licencing
All articles in Jurnal Ilmu Kefarmasian Indonesia are an open-access article, distributed under the terms of the Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License which permits unrestricted non-commercial used, distribution and reproduction in any medium.
This licence applies to Author(s) and Public Reader means that the users mays :
- SHARE:
copy and redistribute the article in any medium or format - ADAPT:
remix, transform, and build upon the article (eg.: to produce a new research work and, possibly, a new publication) - ALIKE:
If you remix, transform, or build upon the article, you must distribute your contributions under the same license as the original. - NO ADDITIONAL RESTRICTIONS:
You may not apply legal terms or technological measures that legally restrict others from doing anything the license permits.
It does however mean that when you use it you must:
- ATTRIBUTION: You must give appropriate credit to both the Author(s) and the journal, provide a link to the license, and indicate if changes were made. You may do so in any reasonable manner, but not in any way that suggests the licensor endorses you or your use.
You may not:
- NONCOMMERCIAL: You may not use the article for commercial purposes.
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

















