Efek Ekstrak Dan Fraksi Daun Salung (Psychotria viridiflora Reinw. ex. Blume) Sebagai Sitotoksit, Antiproliferasi dan Penginduksi Apoptoksis pada Sel Kanker Serviks HeLa

Penulis

  • Salni Salni UNIVERSITAS SRIWIJAYA ,
  • Arlina Ismaryani UNIVERSITAS SRIWIJAYA ,
  • Arum Setiawan UNIVERSITAS SRIWIJAYA ,
  • Triwani Triwani UNIVERSITAS SRIWIJAYA ,

DOI:

https://doi.org/10.35814/jifi.v16i2.528

Kata Kunci:

Daun Salung, Antiproliferasi, Apoptosis

Abstrak

Kanker serviks menduduki urutan kedua dari penyakit kanker yang menyerang perempuan di dunia dan urutan pertama untuk wanita di negara berkembang. Tumbuhan Salung (Psychotria viridiflora Reinw. Ex. Blume) telah dimanfaatkan secara turun temurun untuk mengobati berbagai macam penyakit. Tujuan penelitian untuk mengetahui efek ekstrak dan fraksi daun salung sebagai antiproliferasi dan penginduksi apoptosis pada sel kanker serviks HeLa. Konsentrasi ekstrak dan fraksi adalah 640; 320; 160; 80; 40 µg/mL, sedangkan cisplatin 200; 100; 50; 25 µg/mL. Hasil penelitian didapatkan nilai IC50 ekstrak 380,7 µg/mL, fraksi n-heksan sebesar 229,3 µg/mL, fraksi etil asetat sebesar 116,8 µg/mL, dan fraksi metanol air sebesar 562,8 µg/mL, berdasarkan nilai IC50 fraksi etil asetat mempunyai aktivitas sitotoksik kategori cukup aktif. Untuk pengujian selanjutnya peneliti hanya melakukan pengujian pada fraksi etil asetat. Hasil doubling time fraksi etil asetat menggandakan diri pada jam ke 58 sedangkan pada cisplatin sel menggandakan diri pada jam ke 64,5 dan kontrol sel pada jam ke 41. Hasil flowcytometry menunjukkan fraksi etil asetat menginduksi apoptosis sebesar 72,82% sedangkan cisplatin sebesar 87,96%. Dapat disimpulkan bahwa ekstrak dan fraksi daun salung memiliki efek sitotoksik, berperan sebagai antiproliferasi dan penginduksi apoptosis pada sel kanker serviks HeLa.

Kanker serviks menduduki urutan kedua dari penyakit kanker yang menyerang perempuan di dunia dan urutan pertama untuk wanita di negara berkembang. Tumbuhan Salung (Psychotria viridiflora Reinw. Ex. Blume) telah dimanfaatkan secara turun temurun untuk mengobati berbagai macam penyakit. Tujuan penelitian untuk mengetahui efek ekstrak dan fraksi daun salung sebagai antiproliferasi dan penginduksi apoptosis pada sel kanker serviks HeLa. Konsentrasi ekstrak dan fraksi adalah 640; 320; 160; 80; 40 µg/mL, sedangkan cisplatin 200; 100; 50; 25 µg/mL. Hasil penelitian didapatkan nilai IC50 ekstrak 380,7 µg/mL, fraksi n-heksan sebesar 229,3 µg/mL, fraksi etil asetat sebesar 116,8 µg/mL, dan fraksi metanol air sebesar 562,8 µg/mL, berdasarkan nilai IC50 fraksi etil asetat mempunyai aktivitas sitotoksik kategori cukup aktif. Untuk pengujian selanjutnya peneliti hanya melakukan pengujian pada fraksi etil asetat. Hasil doubling time fraksi etil asetat menggandakan diri pada jam ke 58 sedangkan pada cisplatin sel menggandakan diri pada jam ke 64,5 dan kontrol sel pada jam ke 41. Hasil flowcytometry menunjukkan fraksi etil asetat menginduksi apoptosis sebesar 72,82% sedangkan cisplatin sebesar 87,96%. Dapat disimpulkan bahwa ekstrak dan fraksi daun salung memiliki efek sitotoksik, berperan sebagai antiproliferasi dan penginduksi apoptosis pada sel kanker serviks HeLa.

Referensi

Diterbitkan

2018-10-30

Terbitan

Bagian

Articles