Efek Anti Diabetes Spirulina Platensis Terhadap Analisis Kadar, Gambaran Histopatologi, Ekspresi Insulin dan Glucose Transpoter 4 Pada Tikus Putih Wistar yang Diinduksi Streptozopin
DOI:
https://doi.org/10.35814/jifi.v16i2.541Kata Kunci:
Anti diabetes, histopatologi, spirulina plantesis, streptozotocinAbstrak
Berdasarkan Riset Kesehatan Dasar, di Yogyakarta angka kejadian diabetes melitus berdasarkan diagnosis dokter didapat sebanyak 2,6% dan gejala akan meningkat sesuai bertambahnya umur, namun akan turun mulai umur >65 tahun. Pada pengobatan diabetes melitus ini terdapat beberapa pengobatan dengan obat sintetik dan bahan alam untuk bahan alam salah satunya yaitu Spirulina platensis. Spirulina platensis adalah salah satu mikroalga yang di dalamnya mengandung spektrum alami dari campuran karoten dan pigmen xantofil, dan dengan fikosianin memiliki aktivitas antioksidan, serta Spirulina platensis dapat menunjukan penurunan pada gula darah.
Jenis penelitian yang dilakukan merupakan penelitian eksperimental. Spirulina platensis dibuat suspensi dengan beberapa macam dosis 36 mg, 72 mg, dan 144 mg. Tikus dibagi 6 kelompok, 5 kelompok diinduksi streptozotosin dengan dosis 45 mg/kgBB hingga tikus mengalami DM ditandai dengan hasil KGD yang tinggi, kemudian di beri suspensi spirulina, di ukur kadar gula pada hari ke 0-28. Setelah itu tikus di ambil darah kemudian dianalisis pengaruh Spirulina platensis terhadap kadar kreatinin dan ureum dalam darah. Hasil dianalisis menggunakan SPSS metode ANOVA dan Post Hoc Test dengan taraf kepercayaan 95%.
Hasil dari analisis kadar pada berbagai kelompok menunjukan bahwa pada induksi streptozotocin yang diberi perlakuan spirulina plantesis berbagai dosis terdapat perbaikan pada tiap analisis kadar yang didapat, dan juga pada dosis STZ+SP 36 pada tiap analisis dapat memperbaiki kadar analisis. Sedangkan pada hasil histopatologi serta ekspresi insulin pada pankreas dan histologi serta ekspresi glucose transporter 4 serta histopatologi pada ginjal dan hati menunjukan perubahan yang baik pada berbagai kelompok dosis perlakuan terutama pada kelompok STZ+SP 36. Sehingga pada dosis STZ+SP 36 yang menunjukan perubahan yang baik pada penelitian ini.
Referensi
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Licencing
All articles in Jurnal Ilmu Kefarmasian Indonesia are an open-access article, distributed under the terms of the Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License which permits unrestricted non-commercial used, distribution and reproduction in any medium.
This licence applies to Author(s) and Public Reader means that the users mays :
- SHARE:
copy and redistribute the article in any medium or format - ADAPT:
remix, transform, and build upon the article (eg.: to produce a new research work and, possibly, a new publication) - ALIKE:
If you remix, transform, or build upon the article, you must distribute your contributions under the same license as the original. - NO ADDITIONAL RESTRICTIONS:
You may not apply legal terms or technological measures that legally restrict others from doing anything the license permits.
It does however mean that when you use it you must:
- ATTRIBUTION: You must give appropriate credit to both the Author(s) and the journal, provide a link to the license, and indicate if changes were made. You may do so in any reasonable manner, but not in any way that suggests the licensor endorses you or your use.
You may not:
- NONCOMMERCIAL: You may not use the article for commercial purposes.
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

















