Konsentrasi Kreatinin dan Urea dalam Darah Tikus Putih (Rattus norvegicus) Galur Wistar Akibat Pemberian Natrium Nitrit

Penulis

  • Dyah Ayu Widyastuti Pendidikan Biologi Universitas PGRI Semarang ,
  • Maria Asih Ristianti Universitas Gadjah Mada ,
  • Ika Maya Sari Universitas Gadjah Mada ,

DOI:

https://doi.org/10.35814/jifi.v17i1.560

Kata Kunci:

kreatinin, natrium nitrit, urea

Abstrak

Natrium nitrit adalah bahan pengawet yang sering digunakan untuk olahan daging. Penggunaannya diatur oleh pemerintah melalui Permenkes No. 722/Menkes/Per/IX/88 dengan dosis minimal karena adanya efek karsinogenik. Natrium nitrit seringkali menyerang ginjal sebagai organ target karena organ ini sensitif terhadap senyawa kimia yang bersifat nefrotoksin. Ketika ginjal mengalami kerusakan, sekresi eritropoietin untuk pembentukan eritrosit pun terganggu. Kerusakan fisiologis pada ginjal dapat diidentifikasi melalui kosentrasi kreatinin dan urea pada darah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mempelajari konsentrasi kreatinin dan urea pada darah tikus putih galur Wistar yang diberi perlakuan natrium nitrit. Dua kelompok tikus putih galur Wistar diberi perlakuan masing-masing 11.25 dan 22.50 mg/kgBB/hari natrium nitrit, dengan satu kelompok kontrol. Serum darah dari ketiga kelompok tersebut dianalisis konsentrasi kreatinin dan urea nya setiap minggu selama tiga bulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi kreatinin cenderung fluktuatif antara hari pertama hingga ke-sembilan puluh. Rata-rata konsentrasi kreatinin pada dua kelompok perlakuan tidak signifikan lebih rendah dari kelompok kontrol. Secara umum, konsentrasi urea meningkat pada hari ke-empat belas hingga tujuh puluh tujuh, kemudian menurun di hari ke-delapan puluh empat hingga sembilan puluh. Tetapi, konsentrasi kreatinin dan urea pada ketiga kelompok tidak menunjukkan beda nyata.

Referensi

Diterbitkan

2019-04-24

Terbitan

Bagian

Articles