Aktivitas Antibakteri Fraksi Allium ascalonicum Linn A562275sal Lembah Palu terhadap Shigella dysenteriae

Penulis

  • Akhmad Khumaidi Jurusan Farmasi, FMIPA Universitas Tadulako, Palu, Indonesia, 94118 ,
  • Kumalahayati Maulina Jurusan Farmasi, FMIPA Universitas Tadulako ,
  • Arsa Wahyu Nugrahani Jurusan Farmasi, FMIPA Universitas Tadulako ,

DOI:

https://doi.org/10.35814/jifi.v17i2.728

Kata Kunci:

Allium ascalonicum Linn, Fraksi, Umbi, Daun, Antibakteri, KLT Bioautografi

Abstrak

Bawang merah (Allium ascalonicum Linn.) dari lembah Palu merupakan salah satu tanaman khas Sulawesi Tengah yang digunakan sebagai obat tradisional seperti untuk mengobati penyakit infeksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui fraksi yang mempunyai aktivitas tinggi dari sampel umbi dan daun bawang merah dari lembah Palu dalam menghambat pertumbuhan bakteri Shigella dysenteriae dan menentukan golongan senyawa yang memiliki aktivitas tersebut. Penelitian dengan ekstraksi bawang merah menggunakan  metode maserasi dengan etanol 96 % terhadap kedua sampel. Fraksinasi cair-cair digunakan sebagai metode fraksinasi menggunakan pelarut heksan, etil asetat dan air secara berurutan. Uji aktivitas antibakteri menggunakan metode difusi dengan teknik sumuran dan KLT Bioautografi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fraksi etil asetat memberikan aktivitas tertinggi dari sampel umbi, sedangkan pada sampel daun fraksi etil asetat dan fraksi heksana mampu memberikan aktivititas penghambatan yang baik. Golongan senyawa yang teridentifikasi dengan metode kromatografi lapis tipis adalah senyawa flavonoid untuk sampel umbi (Rf 0,18). Pada sampel daun teridentifikasi senyawa steroid pada fraksi etil asetat (Rf 0,62) dan senyawa terpenoid (Rf 0,48) pada fraksi heksana. Berdasarkan hal tersebut Bawang merah dari  lembah Palu berpotensi dapat dikembangkan sebagai bahan antibakteri.

Referensi

Diterbitkan

2019-10-29

Terbitan

Bagian

Articles