Efek Antidiare Infusa Daun Senggani (Melastoma malabathricum L.) Pada Mencit Jantan Galur Swiss Webster Yang Di Induksi Oleum ricini

Penulis

  • Nova Suliska Institut Teknologi Bandung ,
  • Thito Dwi Evrianto Program Studi Farmasi, Fakultas MIPA, Universitas Al Ghifari ,
  • Herlinda Herlinda Program Studi Farmasi, Fakultas MIPA, Universitas Al Ghifari ,

DOI:

https://doi.org/10.35814/jifi.v17i2.733

Kata Kunci:

daun senggani, diare, Oleum ricini, Melastoma malabathricum L.

Abstrak

Diare merupakan gangguan buang air besar (BAB) yang ditandai dengan BAB lebih dari 3 kali sehari dengan konsistensi tinja cair, dapat disertai dengan darah dan atau lendir. Salah satu tanaman yang berkhasiat dan digunakan masyarakat sebagai antidiare adalah senggani (Melastoma malabathricum L.). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek dan dosis efektif infusa daun senggani terhadap mencit yang diinduksi diare dengan Oleum ricini. Mencit dikelompokkan menjadi 5 kelompok: kelompok kontrol positif (induksi diare), kelompok pembanding (loperamid), dan kelompok uji infusa daun senggani dosis 26 mg/kg BB, 52 mg/kg BB, dan 104 mg/kg BB. Mencit diinduksi diare dengan Oleum ricini, 30 menit kemudian mencit diberikan sediaan uji kecuali kelompok kontrol positif. Frekuensi, bobot, dan konsistensi feses diukur setiap 30 menit selama 4 jam. Hasil penelitian menunjukkan kelompok infusa daun senggani dosis 52 mg/kg BB menunjukkan frekuensi dan bobot feses yang lebih rendah berbeda bermakna dibandingkan dengan kelompok kontrol positif (P<0,5) pada pengamatan menit ke-240. Konsistensi feses kelompok infusa daun senggani dosis 52 mg/kg BB cenderung normal pada pengamatan menit ke-240.  Infusa daun senggani dosis 52 mg/kg BB menunjukkan efek antidiare yang paling baik dibandingkan dengan infusa daun senggani dosis 26 mg/kg BB dan 104 mg/kg BB pada mencit yang diinduksi Oleum ricini.

Referensi

Diterbitkan

2019-10-29

Terbitan

Bagian

Articles