Evaluasi Pelayanan Pemantauan Terapi Obat di Rumah Sakit X Tangerang

Penulis

  • Febbyasi Megawaty Universitas Pancasila ,
  • Shirly Kumala Universitas Pancasila ,
  • Sesilia Andriani Keban Universitas Pancasila ,

DOI:

https://doi.org/10.35814/jifi.v18i1.783

Kata Kunci:

Pemantauan Terapi Obat, Resep Polifarmasi, Interaksi Obat

Abstrak

Pemantauan terapi obat (PTO) merupakan suatu kegiatan untuk meningkatkan efektivitas terapi dan meminimalkan risiko Reaksi Obat yang Tidak Dikehendaki (ROTD). Tujuan penelitian ini untuk menggambarkan kesesuaian pelaksanaan PTO dengan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia (Permenkes) Nomor 72 Tahun 2016 tentang Standar Pelayanan Kefarmasian di Rumah Sakit dan mengevaluasi pelaksanaan PTO yang dilakukan apoteker terhadap pasien rawat inap. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pengambilan data secara retrospektif menggunakan dokumen PTO pasien rawat inap selama periode Januari – Mei 2016 di rumah sakit X Tangerang. Hasil penelitian menunjukkan kesesuaian pelaksanaan PTO oleh apoteker berdasarkan standar adalah 73%. Jumlah pasien yang memenuhi kriteria inklusi sebanyak 50 pasien. Profil potensi pasien yang mendapatkan PTO berdasarkan diagnosis penyakit adalah hipertensi 10 pasien (20%), gagal jantung kongestif 9 pasien (18%) dan diabetes mellitus 8 pasien (16%). Profil potensi terjadinya interaksi obat berdasarkan resep dengan jumlah obat lebih dari sepuluh adalah 29 pasien (58%). Profil potensi terjadinya interaksi obat pada pasien yang terdiagnosis lebih dari tiga macam penyakit adalah 19 pasien (38%). Pelaksanaan PTO sesuai standar pelayanan kefarmasian membutuhkan kompetensi apoteker farmasi klinik dengan pengalaman 2 tahun kerja. Potensi interaksi obat dapat dikontrol dengan melakukan prioritas PTO berdasarkan jumlah obat, komplikasi penyakit dan jenis penyakit.

Referensi

Diterbitkan

2020-04-25

Terbitan

Bagian

Articles