Profil Proliferasi Sel Limfosit Benalu Batu (Begonia medicinalis) Asal Kabupaten Morowali UTARA Provinsi Sulawesi Tengah

Penulis

  • Akhmad Khumaidi Jurusan Farmasi, FMIPA Universitas Tadulako ,
  • Agustinus Widodo Jurusan Farmasi, FMIPA Universitas Tadulako ,
  • Arsa Wahyu Nugrahani Jurusan Farmasi, FMIPA Universitas Tadulako ,
  • Ediati Sasmito Bagian Kimia Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada ,
  • Nanang Fakhrudin Bagian Biologi Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada ,

DOI:

https://doi.org/10.35814/jifi.v18i1.785

Kata Kunci:

Begonia medicinalis, Morowali Utara, Proliferasi Sel Limfosit, Indeks Stimulasi

Abstrak

Tumbuhan Benalu Batu (Begonia medicinalis) asal kabupaten Morowali Utara telah digunakan secara empiris dan diketahui memiliki aktivitas antikanker. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil aktivitas proliferasi sel limfosit dari ekstrak dan fraksi Benalu Batu secara in vitro serta mengukur korelasi kadar flavonoid total terhadap indeks stimulasi proliferasi sel limfosit. Ekstraksi simplisia Benalu Batu menggunakan metode maserasi dengan pelarut metanol. Metode partisi cair-cair digunakan dalam fraksinasi ekstrak metanol dengan pelarut n-heksana, etil asetat dan air secara berurutan. Uji proliferasi sel limfosit menggunakan metode MTT reduction (3-(4,5-dimethylthiazol-2-yl)-2,5-diphenyltetrazolium bromide) dengan seri konsentrasi 10, 20, 50 dan 100 µg/mL. Kadar flavonoid total ekstrak dan fraksi-fraksi ditetapkan berdasarkan metode kolorimetri. Indeks stimulasi (IS) digunakan dalam pengukuran aktivitas proliferasi sel limfosit. Hasil pengujian menunjukkan bahwa ekstrak metanol, fraksi n-heksana, etil asetat dan air dapat meningkatkan proliferasi sel limfosit pada seluruh konsentrasi uji. Konsentrasi uji memiliki pengaruh terhadap peningkatan indeks stimulasi proliferasi sel limfosit. Konsentrasi uji 100 µg/mL memiliki indeks stimulasi tertinggi pada setiap sampel uji dan nilai indeks stimulasi dari fraksi n-heksana, fraksi etil asetat, ekstrak metanol dan fraksi air adalah 10,12; 6,56; 4,82 dan 4,17 secara berurutan. Kadar flavonoid total dan indeks stimulasi memiliki korelasi yang sangat rendah (r=0,082) dan konsentrasi 10 µg/mL memiliki koefisien korelasi tertinggi (r2=0,18). Hasil penelitian menunjukkan bahwa fraksi n-heksana dan fraksi etil asetat dapat dikembangkan sebagai bahan imunostimulansia guna agen terapi suportif antikanker meskipun memiliki korelasi yang sangat rendah terhadap kadar flavonoid.

Referensi

Diterbitkan

2020-04-25

Terbitan

Bagian

Articles