Formulasi Gel Transfersom Limbah Kulit Bawang Merah (Allium cepa. L) menggunakan Perbandingan Fosfolipid dan Surfaktan

Penulis

  • Winda Permata Sari Universitas Pakuan
  • Soniya Tamara Jurusan Farmasi, FMIPA Universitas Pakuan ,
  • Sherli Permatasari Jurusan Farmasi, FMIPA Universitas Tadulako ,
  • Septia Andini Jurusan Farmasi, FMIPA Universitas Tadulako ,

DOI:

https://doi.org/10.35814/jifi.v18i1.788

Kata Kunci:

Kulit Bawang Merah, Transfersom, Gel, Inflamasi

Abstrak

Kulit bawang merah mengandung kuersetin yang memiliki aktivitas sebagai anti inflamasi. Sediaan anti inflamasi rute transdermal merupakan solusi terhadap efek samping gastrointestinal pada rute oral. Transfersom merupakan vesikel berukuran nano yang mampu meningkatkan penetrasi sediaan rute transdermal. Penelitian ini bertujuan untuk mengkarakterisasi transfersom limbah kulit bawang merah berdasarkan perbandingan fosfolipid dan surfaktan yang digunakan. Selanjutnya formula transfersom terbaik akan dibuat dalam bentuk sediaan gel dan dievaluasi ukuran partikelnya. Transfersom dibuat dalam 3 formula yaitu Formula 1 (F1) dengan perbandingan fofolipid:surfaktan (90:10), F2 (85:15),dan F3 (70:30). Karakterisasi transfersom yang dilakukan meliputi distribusi ukuran partikel, zeta potensial, efisiensi penjerapan, indeks deformabilitas, dan morfologi vesikel. Formula transfersom terbaik selanjutnya diformulasi menjadi sediaan gel. Hasil penelitian menunjukan bahwa formula transfersom terbaik adalah F1 (90:10), dengan rata-rata ukuran partikel 357,96,3 nm, zeta potensial -24,90,9 dan hasil efisiensi penjerapan mencapai 77,964%. Morfologi vesikel yang dihasilkan berbentuk spheris sesuai kriteria vesikel yang diharapkan. Tetapi pada sediaan gel, ukuran partikel tidak terdistribusi secara homogen.

Referensi

Diterbitkan

2020-04-28

Terbitan

Bagian

Articles