Efek Ekstrak Etanol Kulit Petai (Parkia speciosa) Terhadap Fungsi Hepar Rattus norvegicus yang Terpapar Minyak Goreng Bekas

Penulis

  • Fafa Nurdyansyah Prodi Teknologi Pangan Universitas PGRI Semarang ,
  • Dyah Ayu Widyastuti Pendidikan Biologi Universitas PGRI Semarang ,
  • Andita Ayu Mandasari Prodi Ahli Teknologi Laboratorium Medik Universitas Maarif Hasyim Latif ,

DOI:

https://doi.org/10.35814/jifi.v19i1.795

Kata Kunci:

Antioksidan, P. speciosa, minyak goreng bekas, SGPT, SGOT

Abstrak

Penggunaan minyak goreng secara berulang merupakan salah satu pemicu terjadinya kerusakan hepar
yang seringkali ditandai dengan meningkatnya kadar SGPT dan SGOT dalam darah. Penelitian ini bertujuan
untuk mengetahui efek pemberian ekstrak etanol kulit petai (P. speciosa) pada R. norvegicus yang terpapar
minyak goreng bekas dengan indikator kadar SGPT dan SGOT. Penelitian dimulai dengan ekstraksi kulit petai
untuk kemudian digunakan sebagai sumber antioksidan dalam melawan paparan radikal bebas akibat minyak jelantah secara in vivo. Rattus norvegicus dibagi menjadi 4 kelompok. Kelompok I kontrol negatif, Kelompok II dengan 1 ml minyak jelantah 118 mek/kg dan ekstrak etanol kulit petai dosis 100 mg/l, Kelompok III dengan 1 ml minyak jelantah 118 mek/kg dan ekstrak etanol kulit petai dosis 200 mg/l, serta Kelompok IV sebagai kontrol positif yang diberi 1 ml minyak jelantah 118 mek/kg. Pemberian ekstrak etanol kulit petai dengan dosis 200 mg/kgBB mampu mencegah kerusakan hepar yang ditandai dengan kadar SGPT dan SGOT serum yang lebih rendah dibandingkan dengan kontrol positif. Kesimpulan penelitian menunjukkan ekstrak etanol kulit petai memiliki potensi sebagai antioksidan dalam menangkal radikal bebas akibat paparan minyak goreng bekas.

Referensi

Diterbitkan

2021-04-30

Terbitan

Bagian

Articles