Uji Stabilitas Protein Salep Kombinasi Ikan Gabus (Channa striata) dan Ekstrak Etanol Daun Sirih (Piper betle L.) Menggunakan Metode Kjeldahl

bahasa indonesia

Penulis

  • Mohamad Andrie Fakultas Farmasi, Universitas Tanjungpura ,
  • Wintari Taurina Fakultas Farmasi, Universitas Tanjungpura ,
  • Maya Widya Astuti Wulandari Fakultas Farmasi, Unversitas Tanjungpura ,

DOI:

https://doi.org/10.35814/jifi.v19i2.799

Kata Kunci:

ikan gabus, sirih hijau, freeze dry, salep, metode Kjeldahl

Abstrak

Ikan gabus (Channa striata) secara endemik dipercaya dapat mempercepat proses penyembuhan luka. Daun sirih hijau (Piper betle L.) memiliki aktivitas sebagai antibakteri. Penyembuhan luka membutuhkan kondisi yang lembab dan kontak obat yang lebih lama. Salep merupakan sediaan berbahan dasar lemak serta dapat melembabkan kulit atau area luka karena kontaknya yang lebih lama terhadap kulit sehingga absorbansi dan efektivianya meningkat. Konsentrat protein ikan merupakan produk yang dihasilkan dengan cara menghilangkan lemak dan air, sehingga menghasilkan konsentrat protein yang tinggi. Freeze drying merupakan salah satu metode yang dapat digunakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui stabilitas kadar protein dalam sediaan salep kombinasi freeze dry ekstrak ikan gabus (Channa striata) dan ekstrak etanol daun sirih hijau (Piper betle L.) menggunakan metode Kjeldahl. Data dianalisis menggunakan aplikasi SPSS versi 25. Terdapat perbedaan signifikan kadar protein salep freeze dry dengan salep kombinasi freeze dry fase air dan ekstrak etanol daun sirih hijau dengan rata-rata kadar protein pada hari ke 28 adalah 6,321% dan 6,630%, sehingga dapat disimpulkan salep kombinasi freeze dry fase air dan ektrak etanol daun sirih hijau lebih stabil dengan kadar protein yang lebih tinggi dibanding salep freeze dry ekstrak ikan gabus.

Referensi

Diterbitkan

2021-10-31

Terbitan

Bagian

Articles