Pengaruh Pemberian Aspartam secara Oral terhadap Kadar AST dan ALT Serum serta Gambaran Histopatologi Hati Tikus Putih

Penulis

  • Ros Sumarny Universitas Pancasila ,
  • Sondang Khairani Universitas Pancasila ,
  • Mohamad Rega Satria Ramadhan Universitas Pancasila ,

DOI:

https://doi.org/10.35814/jifi.v18i1.830

Kata Kunci:

Aspartam, AST, ALT, Histopatologi, Hati

Abstrak

Aspartam merupakan pemanis rendah kalori yang dapat dimetabolisme menjadi asam aspartat, metanol dan fenilalanin, metanol menyebabkan kerusakan pada organ hati. Tujuan dari penelitian ini mengetahui efek pemberian aspartam pada tikus secara oral selama 90 hari terhadap parameter biokimia, yaitu kadar AST, ALT dan gambaran histopatologi hati. Tikus dibagi secara acak menjadi empat kelompok yaitu kelompok kontrol normal, kelompok dosis 126, 252, dan 504 mg/kgBB. Sampel darah diambil pada hari ke-0, 30, 60 dan 90 untuk diukur kadar AST dan ALT pada hari ke-90 dilakukan pengambilan organ hati untuk dilihat gambaran histopatologi hati. Pengukuran AST dan ALT menggunakan spektrofotometri UV-VIS dengan panjang gelombang 340 nm. Kadar AST dan ALT hari ke-90 kelompok normal 41,55 dan 48,40 UI/L. Kelompok Dosis 126, 252, dan 504 mg/kgBB berturut-turut yaitu 54,62 dan 57,72 UI/L, 66,88 dan 70,47 UI/L, 77,50 dan 80,03 UI/L.  Gambaran histopatologi hati pada tikus menunjukan adanya hemorhagi. Dapat disimpulkan aspartam dapat meningkatkan kadar AST dan ALT pada serum darah tikus serta menyebabkan kerusakan hati.

Referensi

Diterbitkan

2020-04-25

Terbitan

Bagian

Articles