Formulasi dan Aktivitas Antibakteri Gel Ekstrak Daun Murbei (Morus alba L.) terhadap Staphylococcus aureus

Penulis

  • Akbar Rino Pamuladiman Fakultas Farmasi, Universitas Ahmad Dahlan ,
  • Lina Widiyastuti Fakultas Farmasi, Universitas Ahmad Dahlan ,

DOI:

https://doi.org/10.35814/jifi.v19i1.941

Kata Kunci:

Morus alba, gel, karbopol-propilen glikol

Abstrak

Daun murbei (Morus alba L.) mengandung kuersetin yang merupakan senyawa flavonoid dengan aktivitas antibakteri terhadap Staphylococcus aureus. Untuk mempermudah penggunaan, ketepatan dosis, dan higienitas diperlukan formulasi gel dengan campuran karbopol dan propilen glikol. Penelitian bertujuan menentukan konsentrasi karbopol dan propilen glikol yang tepat agar diperoleh gel dengan sifat ï¬sik yang baik serta memiliki aktiï¬tas antibakteri terhadap Staphylococcus aureus. Ekstrak daun murbei diperoleh dengan metode maserasi. Optimasi konsentrasi karbopol dan propilen glikol menggunakan metode factorial design. Parameter sifat ï¬sik gel yang diukur meliputi uji viskositas, daya sebar, daya lekat, dan pH. Area optimal ditentukan dengan membuat contour plot hasil uji parameter tersebut. Validasi formula optimum dilakukan oleh peneliti dengan membandingkan hasil predicted dan actual. Data uji sifat ï¬sik gel dan antibakteri dianalisis menggunakan SPSS one sample t-test dengan taraf kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan konsentrasi karbopol 1,04% dan propilen glikol sebesar 7,85%, memiliki viskositas sebesar 1832,42 ± 62,48 cP, daya sebar 5,96 ± 0,08 cm, daya lekat 64,63 ± 0,97 detik, dan pH 5,26 ± 0,03. Uji antibakteri menunjukkan adanya daya hambat dengan diameter sebesar 28,67 ± 0,76 mm. Dari penelitian yang dilakukan disimpulkan bahwa gel ekstrak daun murbei memiliki sifat ï¬sik gel yang baik serta memiliki aktivitas antibakteri.

Referensi

Diterbitkan

2021-04-21

Terbitan

Bagian

Articles